Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Grit: Kekuatan Passion dan Kegigihan


Banyak orang yang mengira jika untuk mencapai sebuah kesuksesan, faktor yang paling berpengaruh adalah bakat alami, sehingga saat seseorang tidak ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    B00015311405 001158.1/DUC/GSedang Dipinjam
    (Jatuh tempo 2025-09-02)
    B00015411405 001158.1/DUC/GTersedia
    B00015511405 001158.1/DUC/GTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    158.1/DUC/G
    Penerbit Gramedia Pustaka utama : Jakarta.,
    Deskripsi Fisik
    434 hlm: 23x15 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    978-602-06-2093-0
    Klasifikasi
    158.1
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Banyak orang yang mengira jika untuk mencapai sebuah kesuksesan, faktor yang paling berpengaruh adalah bakat alami, sehingga saat seseorang tidak mampu meraih kesuksesan, hal tersebut dirasa karena tidak mempunyai bakal alami di suatu bidang. Akibat stigma dan prasangka tersebut, banyak orang yang mulai merasa pesimistis ketika tidak mampu meraih tujuan yang mereka inginkan, sehingga perasaan rendah diri pun langsung menguasai karena sepertinya sudah tidak ada harapan lagi untuk memiliki bakat.
    Mengapa orang yang memiliki bakat alami selalu gagal mencapai potensi mereka, sementara orang lain yang tidak terlalu berbakat bisa menggapai hal-hal yang menakjubkan? Dalam buku yang harus dibaca oleh siapa saja yang ingin sukses ini, Angela Duckworth (seorang psikolog perintis) menunjukkan bahwa rahasia untuk pencapaian yang luar biasa bukanlah bakat, melainkan perpaduan istimewa antara hasrat (passion) dan kegigihan (perseverance) yang ia sebut "ketabahan" (grit).
    Berdasarkan penelitian, wawancara dengan orang-orang yang berprestasi tinggi, serta pengalamannya sendiri, Duckworth menunjukkan bahwa kecenderungan kita untuk terpaku pada bakat alami itu salah: dari segi pencapaian, yang lebih penting adalah usaha yang kita lakukan dan reaksi kita terhadap hambatan. Kemudian, ia menjelaskan bahwa ketabahan bisa dipelajari sekaligus menawarkan rumusan baru kesuksesan individu maupun kesuksesan kolektif.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi