
Text
Eksplorasi jamur patogenik untuk PengendalianBiologis Gulma Teki (Cyperus rotundus L.) dan Tingkat Keefektivannya sebagai Pasca Perlakuan Herbisida Glifosat
Abstrak :
Penelitian yang ditujukan untuk mengetahui jenis jamur patogenik terhadap gulma teki (C. rotundus L.), dan tingkat keefektivannya ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan D912 D912 Perpustakaan Sekolah Pascasarjana Tersedia -
Perpustakaan Sekolah PascasarjanaJudul Seri -No. Panggil D912Penerbit : Bandung., 2005 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Nur Ikhsan -
Abstrak :
Penelitian yang ditujukan untuk mengetahui jenis jamur patogenik terhadap gulma teki (C. rotundus L.), dan tingkat keefektivannya jika diaplikasikan sebagai pascaperlakuan herbisida glifosat telah dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan Oktober 2004. Percobaan untuk mengetahui keefektivan jamur yang berhasil diisolasi dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran di Jatinangor dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 16 perlakuan dan masing-masing tiga ulangan. Perlakuan merupakan kombinasi dari tiga taraf kerapatan inokulum (masing-masing 104 , 106 , dan 108 spora ml-1); tiga dosis herbisida (masing-masing 120, 240, dan 360 g b.a ha-1 glifosat) dan masing-masing perlakuan mandiri, serta perlakuan kontrol, yaitu perlakuan tanpa pemberian jamur patogen dan tanpa pemberian herbisida glifosat.Penelitian dilakukan dalam dua tahap, dimulai dari eksplorasi terhadap semua jenis jamur yang menyerang C. rotundus pada daun, bunga, dan tuber, melalui isolasi, identifikasi, postulat Koch, dan pembiakan, diikuti dengan pengujian patogenisitasnya terhadap 9 jenis tanaman budidaya. Tahap kedua terdiri atas pengujian sinergisme antara jamur dan herbisida glifosat terhadap pertumbuhan koloni jamur serta pengujian keefektivan jamur sebagai agen biokontrol pascaperlakuan berbagai dosis glifosat untuk mengendalikan gulma C. rotundus. Hasil uji Postulat Koch menunjukkan bahwa dari gulma teki telah berhasil diisolasi lima genus jamur, yaitu Gliocladium, Fusarium, Rhizopus, Rhizopodopsis, dan Alternaria. Berdasarkan uji patogenesitas terhadap 9 jenis tanaman budidaya, yaitu jagung, padi gogo, cabe, kentang, tomat, kubis, wortel, bawang putih dan bawang merah, ternyata hanya jamur Gliocladium yang tidak menginfeksi namun memiliki patogenesitas yang tinggi terhadap C. rotundus dan masa inkubasi terpendek yaitu tiga minggu. Ketika diaplikasikan sebagai pascaperlakuan herbisida glifosat, perlakuan konsentrasi jamur secara nyata berpengaruh terhadap peningkatan perkembangan penyakit, penurunan berat kering tuber teki, penurunan berat kering daun teki, penurunan jumlah tuber teki, dan penurunan jumlah tunas teki. Konsentrasi inokulum 108 spora ml-1 dengan dosis herbisida 120 g b.a ha-1 memperlihatkan penekanan terbaik pertumbuhan C. rotundus pada minggu ke-4 setelah inokulasi jika dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
A research that was supposed to find out pathogenic fungi of purple nutsedge (C. rotundus L.) and their effectiveness if they are applied as posttreatment of glyphosate herbicide has been conducted from February until October 2004. The experiment to find out the effectiveness of isolated fungi was conducted in the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, at Jatinangor by using completely randomized design consisted of 16 treatments and each treatment was repeated 3 times. The treatments tested were 3 levels of inoculum concentration (104, 106, and 108 spore ml-1, respectively); 3 dosages of herbicide (120, 240, and 360 g b.a ha-1, respectively) and individual treatment as well as control treatment, which was the treatment without pathogenic fungi, and glyphosate herbicide, respectively.Research was conducted in 2 phases, started from exsploration to all kind of fungi attacking the leaf, flower, and tuber C. rotundus, through isolation, identification, Koch Postulat, and culturing, followed by patogenicity test to nine different crop plants. The second phase consisted of examination of sinergism between fungi and glyphosate herbicide on growth fungal colony and the effectiveness of fungi as biocontrol agent when applied as posttreatment of various doses of glyphosate to control C. rotundus.Results of the Koch Postulat showed that five different fungi has been succesfully isolated from purple nutsedge i.e. Gliocladium, Fusarium, Rhizopus, Rhizopodopsis, and Alternaria. Based on pathogenicity test against nine different crop plants, i.e. corn (Zea mays L.), rice (Oryza sativa L.), pepper (Capsicum annuum L.), potatoes (Solanum tuberosum L.), tomato (Lycopersicon esculentum Mill), cabbage (Brassica oleracea L.), Carrot (Daucus carota L.), garlic (Allium sativum L.), and onion (Allium cepa L.), only Gliocladium that did not infect those crop plants but it has high pathogenecity againts C. rotundus and gave shortest incubation period (3 weeks). When it was applied as posttreatment of glyphosate herbicide, fungal concentration significantly increased disease development, reduced tuber dry weight, reduced leaves dry weight, reduced tuber number and reduced shoot number. The inoculum concentration of 108 spore ml-1 with glyphosate herbicide of 120 g b.a ha-1 showed the best suppression on the C. rotundus growth in the fourth week after inoculation when compared with control.
Suteki-Tech.Com | Email Us | ©2004-Present Suteki Global Informatika -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






