
Text
Peran Polimorfisme Gen Transforming growth Factors Alpha pada Penderita Celah Bibir dengan Atau Tanpa Celah Langit-Langit Nonsindromik
Abstrak : Celah bibir dengan atau tanpa Celah Langit-langit nonsindromik (CB+/-CL NS) adalah suatu kelainan kongenital pada wajah yang paling ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan D898 D898 Perpustakaan Sekolah Pascasarjana Tersedia -
Perpustakaan Sekolah PascasarjanaJudul Seri -No. Panggil D898Penerbit : Bandung., 2005 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Ani melani Maskoen -
Abstrak : Celah bibir dengan atau tanpa Celah Langit-langit nonsindromik (CB+/-CL NS) adalah suatu kelainan kongenital pada wajah yang paling sering terjadi. Etiologi dari CB+/-CL NS adalah multifaktorial, yaitu adanya interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Kandidat gen utama yang dihubungkan dengan CB+/-CL NS adalah gen Transforming Growth Factor Alpha (tgfa). Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana polimorfisme pada gen tgfa berhubungan dengan kejadian CB+/-CL NS pada populasi pasien di Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir Celah Langit-langit Bandung (YPPCBCLB), yang sampai saat ini belum memperlihatkan kejelasan. Oleh karena itu dilakukan pemeriksaan adanya polimorfisme gen tgfa pada 87 sampel pasien CB+/-CL NS dan 30 sampel kontrol orang sehat dengan menggunakan metoda Polymerase Chain Reaction yang dilanjutkan dengan pemeriksaan Restriction Fragment Length Polymorphisms (PCR-RFLP) dan menggunakan enzim restriksi BamHI, RsaI, dan TaqI. Kebermaknaan perbedaan frekuensi polimorfisme tersebut pada pasien dan kontrol dianalisis menggunakan uji chi kuadrat (c2), dan diukur juga Odd rasio (OR) nya untuk menentukan faktor risiko terjadinya CB+/-CL NS.Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa, frekuensi alel A'1 tgfa/BamHI pada pasien CB+/-CL NS adalah 68% lebih besar bermakna dibandingkan dengan kontrol (35%) (c2= 20,7, p< 0,001). Frekuensi Genotip tgfa/BamHI A'1A'1 pada pasien adalah 17% lebih besar bermakna dibandingkan dengan frekuensi pada kontrol (2%) (c 2 = 9,42; p< 0,05). Dan frekuensi genotip B2B2 tgfa/RsaI pada pasien CB+/-CL NS adalah 17% lebih besar bermakna dibandingkan dengan kontrol (1%)(c2=8,28, p -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






