Text
Kemarau
Kemarau panjang melanda sebuah kampung. Tanah jadi retak dan sawah pun jadi kering kerontang. Orang kampung pun mulal resah dan gelisah. Sebetulnya, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FIB011552 813 NAV k Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (800) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 813 NAV kPenerbit Gramedia Widiasarana Indonesia : JAKARTA., 1992 Deskripsi Fisik 128 hlm.; 21 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 9795531166Klasifikasi 813Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi Ed. 1 Cet. 1Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kemarau panjang melanda sebuah kampung. Tanah jadi retak dan sawah pun jadi kering kerontang. Orang kampung pun mulal resah dan gelisah. Sebetulnya, ada sebuah danau dekat kampung itu. Akan tetapi, orang kampung ternyata lebih suka pergi ke dukun. "Dan setelah tak juga keramat dukun itu memberi hasil, barulah mereka ingat pada Tuhan. Mereka pergilah setiap malam ke mesjid mengadakan ratib, mengadakan sembah-yang kaul meminta hujan. Tapi hujan tak kunjung turun juga." Hanya Sutan Duano yang berbuat lain. "Pada ketika bendar-bendar tak mengalirkan air lagi, sawah-sawah sudah mulai kering dan matahari masih terus bersinar dengan maraknya tanpa gangguan awan sebondong pun, dianıbilnya sekerat bambu. Lalu disandarignya di kedua ujung bambu itu. Dan dua belek minyak tanah digantungkannya di kedua ujung bambu itu. Diambilnya air ke danau dan ditumpahkannya ke sawahnya." Akan tetapi, apakah orang kampung mengikuti perbuatan Sutan Duano itu? Jawabannya Anda temuka dalam novel Kemarau karangan A.A. Navis pengaran cerpen yang kesohor Robohnya Surau Kami -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






