Detail Cantuman

Image of Kemarau

Text  

Kemarau


Kemarau panjang melanda sebuah kampung. Tanah jadi retak dan sawah pun jadi kering kerontang. Orang kampung pun mulal resah dan gelisah. Sebetulnya, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FIB011552813 NAV kPerpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (800)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Budaya
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    813 NAV k
    Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia : JAKARTA.,
    Deskripsi Fisik
    128 hlm.; 21 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    9795531166
    Klasifikasi
    813
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    Ed. 1 Cet. 1
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kemarau panjang melanda sebuah kampung. Tanah jadi retak dan sawah pun jadi kering kerontang. Orang kampung pun mulal resah dan gelisah. Sebetulnya, ada sebuah danau dekat kampung itu. Akan tetapi, orang kampung ternyata lebih suka pergi ke dukun. "Dan setelah tak juga keramat dukun itu memberi hasil, barulah mereka ingat pada Tuhan. Mereka pergilah setiap malam ke mesjid mengadakan ratib, mengadakan sembah-yang kaul meminta hujan. Tapi hujan tak kunjung turun juga." Hanya Sutan Duano yang berbuat lain. "Pada ketika bendar-bendar tak mengalirkan air lagi, sawah-sawah sudah mulai kering dan matahari masih terus bersinar dengan maraknya tanpa gangguan awan sebondong pun, dianıbilnya sekerat bambu. Lalu disandarignya di kedua ujung bambu itu. Dan dua belek minyak tanah digantungkannya di kedua ujung bambu itu. Diambilnya air ke danau dan ditumpahkannya ke sawahnya." Akan tetapi, apakah orang kampung mengikuti perbuatan Sutan Duano itu? Jawabannya Anda temuka dalam novel Kemarau karangan A.A. Navis pengaran cerpen yang kesohor Robohnya Surau Kami
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi