
Text
Sastra Indonesia Awal: Kontribusi Orang Tionghoa
Novel Indonesia pertama bukanlah Azab dan Sengsara, tetapi Tjhit Liap Seng (Bintang Tujuh). Bukan terbit awal 1920-an, tetapi 35 tahun sebelumnya. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FIB007143 810 SAL s Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 810 SAL sPenerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) : JAKARTA., 2010 Deskripsi Fisik 562 hlm.; ilus., biblio; 24 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 9789799102942Klasifikasi 810Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi Ed. 1, Cet. 1Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Novel Indonesia pertama bukanlah Azab dan Sengsara, tetapi Tjhit Liap Seng (Bintang Tujuh). Bukan terbit awal 1920-an, tetapi 35 tahun sebelumnya. Bukan buah pena Merari Siregar, seorang Batak, melainkan seorang Tionghoa dari Bogor, Lie Kim Hok. Malah karangan Lie Kim Hok itu didahului aktivitas penulis peranakan lain yang sejak tahun 1850-an, dengan munculnya dunia pers dan penerbitan, atau bahkan lebih awal lagi dalam bentuk naskah tulisan tangan, telah menerjemahkan ratusan novel dari bahasa Tionghoa. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






