
Text
Lelakon
"Selalu ada siang-malam, terang-gelap, hitam-putih, tertawa-menangis, itulah yang dilihat, didengar dan dirasakan setiap saat.
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FIB011089 813 FAN l Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 813 FAN lPenerbit PT. Gramedia Pustaka Utama : JAKARTA., 2007 Deskripsi Fisik 272 hlm.; 20 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 9792232206Klasifikasi 813Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi Ed. 1, Cet. 1Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
"Selalu ada siang-malam, terang-gelap, hitam-putih, tertawa-menangis, itulah yang dilihat, didengar dan dirasakan setiap saat.
Entahlah itu benar atau salah.
Ketika ada petang di antara siang dan malam.
Ketika ada remang di antara terang dan gelap.
Ketika ada abu-abu di antara hitam dan putih.
Ketika ada arti di antara tertawa dan menangis.
Apakah itu benar atau salah?
Entah!
Yang pasti, itulah lelakon
Manusia adalah makhluk yang benar-benar buruk: saling mengkhianati, saling menipu, saling memperalat, semua untuk kepentingan diri sendiri, itulah manusia. Cinta dalam arti sebenarnya seolah tidak ada, karena yang ada adalah nafsu keduniawian, dan karena itu manusia tidak memerlukan martabat.
Kalau manusia tidak mampu hidup bermewah-mewah, manusia memimpikan hidup bermewah-mewah, sebab hidup bermewah-mewah adalah tujuan utama hidup manusia, sementara penyesalan demi penyesalan pada akhir kisah lebih merupakan retorika daripada kata hati. Inilah gambaran manusia dalam Lelakon, sebuah novel yang dipenuhi oleh berbagai macam tokoh yang kadang-kadang terasa nyata tapi kadang-kadang pula terasa hanya ada dalam angan-angan, dengan alur yang tidak perlu diatur secara jelas.
" -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






