Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Kuntilanak 3: setiap kisah memiliki akhir


Ibu seharusnya sudah pergi. Ibu seharusnya telah tiada. Ibu seharusnya hanyalah ilusi. Ibu seharusnya sekadar rasa rindu. Malam itu, batas antara ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FIB000937813 HAN kPerpustakaan Fakultas Ilmu BudayaTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Budaya
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    813 HAN k
    Penerbit Gagas Media : JAKARTA.,
    Deskripsi Fisik
    151 hlm. ; 19 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    9797802256
    Klasifikasi
    813
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    Ed. 1, Cet. 1
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Ibu seharusnya sudah pergi. Ibu seharusnya telah tiada. Ibu seharusnya hanyalah ilusi. Ibu seharusnya sekadar rasa rindu. Malam itu, batas antara kenyataan dan khayalan begitu semu. Malam itu, diiringi bau mayat yang keras, Samantha merasakan kehadiran ibunya yang telah mati. Mimpi? Khayal? Ilusi? Sihir? Entahlah, tetapi yang pasti semua kutuk dalam hidup Samantha harus segera diakhiri. Kutuk yang menaungi keluarga Mangkoedjiwo. Keluarga sesat yang memelihara kuntilanak demi kekayaan.Ujung Sedo. Bisik ibu Samantha. Di sanalah semua harus diakhiri, mampukah Samantha sampai ke sana? Benarkah kuntilanak itu sudah di luar kendalinya? Aku lagi bang wingo wingo. Jin setan kang tak utusi. Dadyo sebarang. Wojo lelayu sebet.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi