Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antiplasmodium Fraksi n-Heksan, Etil Asetat, dan n-Butanol Kulit Batang Pulasari (Alyxia reinwardtii BI) Terhadap Mencit Yang Diinfeksi Oleh Plasmodium berghei


Telah dilakukan pengujian efek antiplasmodium ekstrak etanol dengan dosis 100, 200, 400 mg/kgBB, fraksi n-heksan, etilasetat, dan n-butanol kulit ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021041000081Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    1512
    Penerbit : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    1512
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Telah dilakukan pengujian efek antiplasmodium ekstrak etanol dengan dosis 100, 200, 400 mg/kgBB, fraksi n-heksan, etilasetat, dan n-butanol kulit batang pulasari (Alyxiae Cortex) pada mencit putih jantan galur Swiss yang diinfeksi dengan Plasmodium berghei. Ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etilasetat, dan n-butanol diberikan secara intraperitoneal. Ekstrak etanol dengan dosis 400 mg/kgBB memberikan efek hambatan parasitemia sebesar 23.03%. Sedangkan fraksi yang menunjukkan efek hambatan terbesar adalah fraksi n-heksan, yaitu sebesar 51.43%. Bagian kulit batang pulasari dikeringkan dan dimaserasi dengan menggunakan etanol 90%. Ekstrak etanol kemudian difraksionasi berturut-turut dengan n-heksan, etilasetat, dan n-butanol. Pemisahan fraksi n-heksan dilakukan dengan menggunakan kromatografi kolom gradien pelarut dengan fase diam silika gel dan fase gerak n-heksan:etilasetat. Pemisahan fraksi ke sembilan hasil kromatografi kolom dilanjutkan dengan kromatografi lapis tipis preparatif dengan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak benzen:kloroform = 9:1. Kromatografi lapis tipis preparatif dilakukan sebanyak dua kali dan menghasilkan fraksi FH9.2.3. Hasil penapisan fitokimia terhadap fraksi n-heksan menunjukkan adanya tanin, monoterpen dan seskuiterpen, triterpenoid, dan flavanoid. Hasil karakterisasi fraksi FH9.2.3 menggunakan spektrometer ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 300 nm; dan spektrometer inframerah menunjukkan adanya gugus karbonil, cincin aromatik,ikatan C-H; serta komatografi gas-spektrometer massa menunjukkan adanya senyawa kumarin.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi