Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antibakteri Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boer.) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus cereus dengan Metode Difusi Agar


Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) dan fraksi-fraksinya terhadap bakteri ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021041000058Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    1487
    Penerbit : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    1487
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) dan fraksi-fraksinya terhadap bakteri uji Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus cereus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak metanol, fraksi metilen klorida, fraksi etil asetat mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus cereus, sedangkan fraksi n-heksan hanya mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus cereus. Fraksi etil asetat mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus cereus, konsentrasi hambat minimum untuk Pseudomonas aeruginosa antara 25,00-12,50 % dan untuk Bacillus cereus antara 0,39-0,20 %. Konsentrasi 50% fraksi etil asetat setara dengan 745,5898 ppm atau 1 : 670,6100 terhadap baku tetrasiklin untuk Pseudomonas aeruginosa, dan 285,0832 ppm atau 1 : 1753,8739 untuk Bacillus cereus.
    Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung senyawa tanin, polifenol, saponin, steroid, dan flavonoid, sedangkan fraksi etil asetat mengandung senyawa tanin, polifenol, dan flavonoid.
    Isolat dari fraksi etil asetat, yaitu isolat A1 dan B, diidentifikasi dengan spektrum ultraviolet dan inframerah. Hasil spektrofotometri ultraviolet menunjukkan adanya gugus kromofor, sedangkan hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -CH-,-CH2- atau -CH3 (2850-2950 cm-1) dan adanya ikatan rangkap tiga (2350-2375 cm-1).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi