
Text
4787- Skrining Aktivitas Antibakteri Mikroorganisme Fermentatif dari Produk Fermentasi Lokal (Retno Rubianti; Prof. Dr. Sri Agung Fitri Kusuma, M.Si; Dr. Muhammad Fadhlillah, M.Si)
Produk pangan fermentasi lokal merupakan sumber mikroorganisme fermentatif yang berpotensi menghasilkan metabolit dengan aktivitas antibakteri. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260192 4787 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4787Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4787Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Produk pangan fermentasi lokal merupakan sumber mikroorganisme fermentatif yang berpotensi menghasilkan metabolit dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri produk pangan fermentasi lokal, menyusun profil aktivitas antibakteri mikroorganisme fermentatif hasil kultivasi terhadap Escherichia coli ATCC 8739 dan Staphylococcus aureus ATCC 6538, serta mengevaluasi indikasi keterlibatan senyawa antimikroba berbasis protein dalam aktivitas antibakteri yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan sepuluh produk pangan fermentasi lokal, yaitu tempoyak, tape singkong, oncom, dadih, dangke, bekasam, tauco, terasi, tempe, dan tape ketan. Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel, skrining aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran, kultivasi dan isolasi mikroorganisme fermentatif, pengamatan kurva pertumbuhan isolat aktif, serta evaluasi sumber aktivitas antibakteri melalui netralisasi pH supernatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri produk fermentasi lokal bervariasi, dengan diameter zona hambat 7,70±0,25–12,37±0,49 mm terhadap E. coli ATCC 8739 dan 8,12±0,14–14,83±0,10 mm terhadap S. aureus ATCC 6538. Sebanyak 91 isolat diperoleh dari hasil kultivasi, terdiri atas 56 isolat dari media MRS-A dan 35 isolat dari media SDA. Dari seluruh isolat tersebut, 34 isolat menunjukkan aktivitas antibakteri dan seluruhnya berasal dari media MRS-A. Isolat DK-M-M7 asal dangke menghasilkan diameter zona hambat terbesar terhadap E. coli ATCC 8739 sebesar 11,55±0,13 mm, sedangkan isolat TM-M-A2 asal tempe menghasilkan diameter zona hambat terbesar terhadap S. aureus ATCC 6538 sebesar 11,90±0,17 mm. Seluruh aktivitas antibakteri hilang setelah netralisasi pH supernatan, sehingga aktivitas penghambatan yang diamati terutama berkaitan dengan kondisi asam atau metabolit yang berkontribusi terhadap penurunan pH. Penelitian ini menunjukkan bahwa produk pangan fermentasi lokal merupakan sumber mikroorganisme fermentatif dengan aktivitas antibakteri yang beragam.
Kata kunci: Aktivitas antibakteri, Mikroorganisme fermentatif, Pangan fermentasi lokal, Netralisasi pH, Kondisi asam
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






