
Text
4786- Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan Fraksi Etil Asetat Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume) Dengan Metode ABTS Serta Pengaruhnya Terhadap Viabilitas Human Peripheral Blood Mononuclear Cells (PBMCs) yang Diinduksi Lipopolisakarida (LPS) (Nurqisthi Iqlima Adiputri; Raden Maya Febriyanti, M.Farm., Ph.D; Prof. Dr. Med.Sc. Melisa Intan Barliana)
Paparan radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif hingga penyakit degeneratif. Buah parijoto (Medinilla speciosa B.) kaya akan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260191 4786 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4786Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4786Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Paparan radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif hingga penyakit degeneratif. Buah parijoto (Medinilla speciosa B.) kaya akan senyawa fenolik, terutama flavonoid, yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian sebelumnya telah mengkaji aktivitas biologis dari buah parijoto, tetapi informasi mengenai potensi antioksidan serta evaluasi efek perlindungannya terhadap viabilitas sel primer seperti PBMCs masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik total (TPC), kadar flavonoid total (TFC), aktivitas antioksidan, serta pengaruh ekstrak etanol dan fraksi etil asetat buah parijoto terhadap viabilitas PBMCs yang diinduksi lipopolisakarida (LPS). Pada penelitian ini, pengujian TPC menggunakan metode Folin-Ciocalteu, TFC dengan aluminium klorida (AlCl3), aktivitas antioksidan dengan metode ABTS, dan viabilitas PBMCs menggunakan Cell Counting Kit-8 (CCK-8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPC ekstrak etanol dan fraksi etil asetat berturut-turut sebesar 150,07 1,63 mg GAE/g ekstrak dan 64,497 1,15 mg GAE/g fraksi, sedangkan TFC sebesar 11,375 ± 0,23 mg QE/g ekstrak dan 53,887 ± 0,44 mg QE/g fraksi. Ekstrak etanol dan fraksi etil menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 masing-masing 9,29 dan 30,04 µg/mL. Fraksi etil asetat mampu mempertahankan viabilitas PBMCs >79% hingga konsentrasi 250 µg/mL, sementara ekstrak etanol bersifat sitotoksik mulai konsentrasi 62,5 µg/mL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat, sedangkan fraksi etil asetat menunjukkan profil keamanan yang lebih baik terhadap PBMCs.
Kata kunci: buah parijoto, Medinilla speciosa B., antioksidan, viabilitas sel, PBMCs.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






