Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4783- Pengaruh Proses Steaming, Metode Ekstraksi, dan Fermentasi Dengan Saccharomyces cerevisiae Terhadap Aktivitas Antioksidan Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf.) (Noor Zhafirah; Zelika Mega Ramadhania, M.Si., Ph.D; Prof. Dr. Tiana Milanda, M.Si)


Rimpang temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf.) merupakan salah satu tanaman dari famili Zingiberaceae yang memiliki potensi sebagai salah satu ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202601864783Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4783
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4783
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Rimpang temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf.) merupakan salah satu tanaman dari famili Zingiberaceae yang memiliki potensi sebagai salah satu sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses steaming, maserasi, ultrasound assisted extraction (UAE), dan fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae terhadap aktivitas antioksidan serta kadar flavonoid total (TFC) dan fenolik total (TPC) ekstrak rimpang temu kunci. Ekstrak yang didapatkan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH dan ABTS lalu dinyatakan dalam nilai IC50. Pada uji DPPH, ekstrak steaming siklus 1 yang memiliki aktivitas antioksidan terbaik dibandingkan dengan siklus lain, ekstrak maserasi, dan ekstrak UAE memiliki nilai IC50 berturut-turut 352,930 µg/mL, 291,679 µg/mL, dan 298,853 µg/mL, sedangkan ekstrak fermentasi memiliki nilai IC50 2745,897 µg/mL. Pada uji ABTS, ekstrak steaming siklus 1, maserasi, dan UAE menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 masing-masing 24,083 µg/mL, 23,979 µg/mL, dan 28,443 µg/mL, sedangkan ekstrak fermentasi menunjukkan aktivitas lemah dengan nilai IC50 256,057 µg/mL. Pengukuran kadar TFC dan TPC dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan spektrofotometer UV-Vis. TFC tertinggi diperoleh pada ekstrak UAE yaitu 0,39 µgRE/mg, sedangkan TPC tertinggi diperoleh pada ekstrak steaming siklus 1 yaitu 0,82 µgGAE/mg. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses steaming, metode ekstraksi, dan fermentasi dengan S.cerevisiae berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, TFC, dan TPC ekstrak rimpang temu kunci, dan diketahui bahwa proses fermentasi ekstrak UAE dengan S. cerevisiae pada kondisi penelitian ini menurunkan potensi antioksidan ekstrak rimpang temu kunci.
    Kata kunci: Temu Kunci, Antioksidan, Steaming, Maserasi, Ultrasound Assisted Extraction, Saccharomyces cerevisiae
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi