Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4782- Pengaruh Proses Steaming, Metode Ekstraksi, dan Fermentasi Dengan Saccharomyces cerevisiae Terhadap Aktivitas Antioksidan Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Valeton & Zijp) (Rifa Nurfadila Andhryanti; Zelika Mega Ramadhania, M.Si., Ph.D; Prof. Dr. Tiana Milanda, M.Si)


Peningkatan radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit. Keterbatasan antioksidan sintetis mendorong ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202601854782Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4782
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4782
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Peningkatan radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit. Keterbatasan antioksidan sintetis mendorong eksplorasi sumber alami, salah satunya rimpang temu giring (Curcuma heyneana Valeton & Zijp). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh steaming, metode ekstraksi, dan fermentasi terhadap aktivitas antioksidan serta kadar senyawa bioaktif. Ekstraksi dilakukan menggunakan etanol 70% melalui proses steaming dilanjutkan ekstraksi, maserasi, dan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE). Ekstrak dengan aktivitas terbaik dipilih untuk fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae, pertumbuhan khamir dipantau melalui pH dan OD600, serta pengambilan sampel pada jam ke-96. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dan ABTS, serta diukur kadar fenolik total (TPC) dan flavonoid total (TFC). Hasil menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh oleh maserasi, diikuti UAE dan steaming. Namun, UAE dipilih sebagai metode paling optimal karena memberikan aktivitas antioksidan relatif tinggi dengan efisiensi pada waktu serta jumlah pelarut. Nilai IC₅₀ ekstrak UAE sebesar 455,711 µg/mL (DPPH) dan 123,21 µg/mL (ABTS), dengan TPC 0,297 µgGAE/mg dan TFC 0,284 µgRE/mg. Maserasi memiliki TPC dan TFC lebih rendah, sedangkan steaming relatif sebanding dengan UAE. Selanjutnya, ekstrak UAE difermentasi, yang menghasilkan penurunan aktivitas antioksidan (IC₅₀ DPPH 1907,49 µg/mL; ABTS 247,08 µg/mL), serta TPC (0,11 µgGAE/mg) dan TFC (0,027 µgRE/mg). Secara keseluruhan, UAE tetap merupakan metode paling optimal, sementara steaming belum mampu menghasilkan aktivitas yang lebih tinggi, serta fermentasi justru menurunkan aktivitas antioksidan dan kadar senyawa bioaktif.
    Kata kunci: Antioksidan, Curcuma heyneana Fermentasi, Saccharomyces cerevisiae, Temu Giring,
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi