
Text
4781- Pengaruh Metode Ekstraksi dan Fermentasi Dengan Saccharomyces cerevisiae Terhadap Aktivitas Antioksidan Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume) (Annisa Fitri; Prof. Dr. Tiana Milanda, M.Si; Zelika Mega Ramadhania, M.Si., Ph.D)
Buah parijoto (Medinilla speciosa Blume) merupakan tanaman herbal Indonesia yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260184 4781 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4781Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4781Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Buah parijoto (Medinilla speciosa Blume) merupakan tanaman herbal Indonesia yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti fenolik dan flavonoid sebagai antioksidan alami. Namun, efisiensi ekstraksi serta kandungan senyawa bioaktif yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Selain itu, fermentasi diketahui dapat mempengaruhi ketersediaan dan aktivitas senyawa bioaktif pada bahan alam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh metode ekstraksi dan fermentasi terhadap aktivitas antioksidan serta kadar fenolik dan flavonoid total pada buah parijoto. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dan Ultrasound Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut etanol 70%, serta penyarian dengan akuades. Hasil menunjukkan bahwa pada metode maserasi, UAE, dan penyarian menghasilkan aktivitas antioksidan serta senyawa bioaktif yang berbeda. Ekstrak dengan aktivitas antioksidan terbaik, yaitu ekstrak UAE, kemudian difermentasi menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae pada suhu 30°C. Pertumbuhan khamir diamati melalui pengukuran pH dan OD600, dengan waktu pengambilan sampel pada jam ke-56 untuk analisis kadar fenol total (TPC) dan flavonoid total (TFC) serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan ABTS. Hasil menunjukkan bahwa setelah fermentasi terjadi penurunan TPC (3,16 menjadi 1,13 μgGAE/mg) dan TFC (1,56 menjadi 0,79 μgRE/mg). Penurunan tersebut diikuti peningkatan IC50 DPPH (19,202 menjadi 40,934 µg/mL) dan IC50 ABTS (21,232 menjadi 28,220 µg/mL). Penelitian ini menunjukkan bahwa metode ekstraksi dan fermentasi mempengaruhi aktivitas antioksidan serta kadar senyawa bioaktif pada ekstrak buah parijoto.
Kata kunci: Antioksidan, UAE, Fermentasi, Parijoto, Saccharomyces cerevisiae
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






