
Text
4779- Evaluasi Akseptabilitas Program ENHANCE (Engaging Community Pharmacists in Tuberculosis Case Detection) Pada Pelaksana Program di Apotek dan Puskesmas Berdasarkan Kerangka Teoretis Akseptabilitas (TFA) (Alya Novia Hanifa; Prof. Ivan Surya Pradipta, Ph.D; Dr. Dika Pramita Destiani, M.Farm)
Program ENHANCE (Engaging Community Pharmacists in Tuberculosis Case Detection) merupakan intervensi berbasis apotek komunitas yang bertujuan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260182 4779 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4779Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4779Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Program ENHANCE (Engaging Community Pharmacists in Tuberculosis Case Detection) merupakan intervensi berbasis apotek komunitas yang bertujuan mendukung deteksi dini tuberkulosis melalui skrining gejala dan rujukan pasien suspek ke puskesmas. Akseptabilitas pelaksana program menjadi aspek penting untuk menilai penerimaan dan potensi pengembangan program. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi akseptabilitas pascapelaksanaan Program ENHANCE pada pelaksana program di apotek dan puskesmas berdasarkan Theoretical Framework of Acceptability (TFA). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner adaptasi berbasis TFA yang mencakup tujuh konstruk dan satu item akseptabilitas umum. Responden terdiri atas 48 pelaksana program di apotek dan 4 pelaksana program di puskesmas. Data dianalisis secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman, uji Mann–Whitney, dan regresi logistik ordinal eksploratif pada pelaksana program di apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konstruk TFA dan akseptabilitas umum pada pelaksana program di apotek berada pada kategori “dapat diterima”. Konstruk dengan rerata tertinggi adalah beban, sedangkan rerata terendah adalah biaya peluang. Pada pelaksana program di puskesmas, akseptabilitas umum berada pada kategori “sangat dapat diterima”, sedangkan biaya peluang menjadi konstruk dengan skor terendah dan berada pada kategori “dapat diterima”. Analisis korelasi menunjukkan bahwa enam konstruk TFA berhubungan signifikan dengan akseptabilitas umum, dengan hubungan paling kuat pada koherensi intervensi (ρ = 0,658; p < 0,001). Faktor demografi tidak berhubungan signifikan dengan akseptabilitas umum. Program ENHANCE secara umum dapat diterima oleh pelaksana program, dengan koherensi intervensi dan biaya peluang sebagai aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan program.
Kata kunci: Akseptabilitas, Theoretical Framework of Acceptability; apotek komunitas, ENHANCE, tuberkulosis.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






