Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4772- Karakterisasi dan Uji Inhibisi Rekristalisasi dari Nintedanib Dengan Sistem Dispersi Padat Amorf Menggunakan Polimer Kitosan Larut Air (Melsa Destia; Dr. Diah Lia Aulifa, M.Si; Arif Budiman, M.Si., Ph.D)


Nintedanib (NTB) merupakan obat golongan Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan rendah dalam air pada PH ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202601744772Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4772
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4772
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Nintedanib (NTB) merupakan obat golongan Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan rendah dalam air pada PH netral. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelarutan dan stabilitas NTB adalah melalui pembentukan dispersi padat amorf (DPA) dengan polimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi DPA NTB dengan polimer kitosan larut air (KLA), mengevaluasi kemampuan KLA dalam menghambat rekristalisasi serta mengevaluasi mekanisme interaksi dalam keadaan supersaturasi. Karakterisasi dilakukan menggunakan PXRD, DSC, dan FTIR, sedangkan evaluasi stabilitas supersaturasi dilakukan melalui uji waktu induksi nukleasi, uji viskositas serta uji in silico. Hasil karakterisasi PXRD menunjukkan bahwa seluruh variasi DPA masih memperlihatkan puncak difraksi tajam sehingga NTB belum sepenuhnya berada dalam fase amorf. Meskipun demikian, hasil DSC menunjukkan hilangnya puncak leleh endotermik NTB, sedangkan analisis FTIR mengindikasikan adanya interaksi ikatan hidrogen antara gugus karbonil NTB dan gugus hidroksil KLA. Pengujian kelarutan menunjukkan bahwa kelarutan amorf NTB lebih tinggi 2,16 kali dibandingkan dengan kelarutan kristalnya. Hasil pengukuran waktu induksi nukleasi menunjukkan bahwa KLA mampu mempertahankan keadaan lewat jenuh NTB hingga 48 jam, sedangkan NTB tanpa polimer mulai mengalami rekristalisasi pada jam ke-16. Hasil uji in silico dan FTIR menunjukkan bahwa penghambatan rekristalisasi terjadi melalui pembentukan ikatan hidrogen antara NTB dan KLA. Pengujian viskositas mengonfirmasi bahwa mekanisme tersebut tidak disebabkan oleh peningkatan viskositas larutan. Dengan demikian, KLA berpotensi digunakan sebagai polimer penghambat rekristalisasi untuk mempertahankan keadaan lewat jenuh NTB.
    Kata kunci: nintedanib, kitosan larut air, dispersi padat amorf, rekristalisasi, supersaturasi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi