
Text
4771- Potensi Sitotoksik Fraksi Etil Asetat Melophlus sp. Terhadap Lini Sel Kanker Payudara MCF-7 Secara In Vitro (Btari Kalisha Nyratri; Yuni Elsa Hadisaputri, MBS.,Ph.D; Dr. Tutik Murniasih,. M.Si)
Kanker payudara merupakan kanker dengan insidensi tertinggi pada perempuan secara global, dengan sekitar 2,3 juta kasus baru dan lebih dari 666 ribu ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260173 4771 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4771Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4771Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kanker payudara merupakan kanker dengan insidensi tertinggi pada perempuan secara global, dengan sekitar 2,3 juta kasus baru dan lebih dari 666 ribu kematian per tahun. Keterbatasan terapi konvensional berupa efek samping sistemik, toksisitas organ, dan resistensi obat mendorong eksplorasi agen antikanker berbasis bahan alam, salah satunya dari biota laut. Spons laut Melophlus sp. diketahui menghasilkan metabolit sekunder bioaktif seperti saponin triterpenoid dan alkaloid yang dilaporkan memiliki potensi sitotoksik terhadap sel kanker, termasuk lini sel MCF-7. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksiknya terhadap lini sel kanker payudara MCF-7 secara in vitro, serta memperoleh profil golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam fraksi etil asetat Melophlus sp. tersebut. Sampel spons diperoleh dari Selat Lembeh, Sulawesi Utara, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan metanol dan difraksinasi menggunakan etil asetat. Profilling golongan metabolit sekunder dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan beberapa penampak bercak selektif, meliputi H₂SO₄ 10%, p-anisaldehid-sulfat, vanilin-sulfat, Liebermann-Burchard, Dragendorff, dan FeCl₃. Uji sitotoksisitas dilakukan terhadap lini sel MCF-7 menggunakan metode resazurin assay dengan reagen PrestoBlueTM, dan nilai IC50 ditentukan melalui analisis hubungan dosis-respons. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etil asetat Melophlus sp. mengandung golongan metabolit sekunder berupa triterpenoid, steroid, alkaloid, saponin, dan fenolik. Fraksi etil asetat Melophlus sp. menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC₅₀ sebesar 124,227 µg/mL, yang termasuk dalam kategori sitotoksik moderat berdasarkan klasifikasi National Cancer Institute.
Kata kunci: kanker payudara, KLT, Melophlus sp., MCF-7, sitotoksik, triterpenoid
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






