
Text
4770- Analisis Korelasi Kinerja Individu Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kota Bandung (Sandya Amelia Febriliani; Arif Satria Wira Kusuma, M.Si., Ph.D; Raden Maya Febriyanti, M.Farm., Ph.D; Dr. Vesara Ardhe Gatera, M.Farm)
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksius dengan tingkat kematian tertinggi di dunia. Menurut Global Tuberculosis Report 2025, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260172 4770 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4770Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4770Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksius dengan tingkat kematian tertinggi di dunia. Menurut Global Tuberculosis Report 2025, terdapat 10,7 juta kasus baru dan sekitar 1,23 juta kematian pada tahun 2024. Indonesia menyumbang hampir 10% dari total kasus TB global dan menempati posisi kedua tertinggi setelah India. Provinsi Jawa Barat menjadi penyumbang kasus terbanyak mencapai 224 ribu kasus, dimana Kabupaten Bogor pada posisi pertama (28,5 ribu kasus) dan disusul Kota Bandung (18,4 ribu kasus). Kepatuhan pasien menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pengobatan TB. Adapun faktor penting lain yakni keterlibatan tenaga kesehatan melalui intervensi komunikasi, sikap empati, dan konseling yang memadai. Kepatuhan pasien yang menurun atau bahkan berujung pada putus obat dapat berisiko mempercepat rantai penularan, meningkatkan angka kematian, serta memicu munculnya kasus tuberkulosis resisten obat. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk menilai hubungan antara kinerja tenaga kesehatan dengan kepatuhan pasien TB dalam menjalani pengobatan. Kepatuhan pasien diukur melalui kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS-5). Sementara, kinerja individu tenaga kesehatan diukur melalui Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Hasil penelitian menunjukan hubungan tidak signifikan yang ditunjukan dengan nilai original sample (-0,073), t-statistic (0,812), dan p-value (0,417). Berdasarkan nilai R2, kinerja Individu hanya mampu menjelaskan kepatuhan pasien 0,5% sehingga kepatuhan pasien lebih dominan dipengaruhi variabel di luar model penelitian.
Kata kunci: Tuberkulosis, Kota Bandung, MARS-5, IWPQ, Kepatuhan Pasien, Kinerja Tenaga Kesehatan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






