Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T373- Profil Sidik Jari Kimia Menggunakan FTIR-ATR dan Kemometrik Untuk Penghambatan Alfa Amilase Ekstrak Daun Hena (Lawsonia inermis L.) Sebagai Antidiabetes (Bunga Indra Salsabilla; Prof. Dr. Ida Musfiroh, M.Si; Dr. Sandra Megantara, M.Farm; Dr. Vevi Maritha, M.Farm)


Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang terus meningkat secara global, sehingga diperlukan pengembangan terapeutik baru yang efektif dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260170T373Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T373
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T373
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang terus meningkat secara global, sehingga diperlukan pengembangan terapeutik baru yang efektif dan aman. Lawsonia inermis L. mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan tanin yang berpotensi sebagai antidiabetes melalui penghambatan enzim α-amilase. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi ekstrak terpurifikasi Lawsonia inermis L. dari tiga lokasi geografis berbeda (Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, dan Jawa Timur) menggunakan FTIR-ATR dan menentukan profil sidik jari kimia menggunakan metode kemometrik PCA dan PLSR untuk evaluasi aktivitas penghambatan α-amilase daun hena. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, diikuti purifikasi menggunakan partisi etil asetat untuk menghilangkan klorofil dan mengonsentrasikan senyawa semi-polar. Ekstrak terpurifikasi dikarakterisasi menggunakan FTIR-ATR dan diuji aktivitas penghambatan enzim α-amilase menggunakan akarbosa sebagai kontrol positif.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrum FTIR-ATR mengidentifikasi gugus fungsi utama berupa O-H stretching, C-H alifatik, C=O dan C=C aromatik, serta C- O stretching yang merupakan karakteristik senyawa fenolik dan flavonoid. Analisis PCA berhasil membedakan ekstrak berdasarkan asal geografisnya dengan dua komponen utama yang menjelaskan 93,3% total variansi data. Model PLSR menghasilkan nilai R²cv = 0,894 dan RMSEcv = 0,265 μg/mL setelah seleksi variabel berbasis VIP score, dengan wilayah spektral yang berkaitan dengan senyawa fenolik dan flavonoid teridentifikasi sebagai kontributor utama terhadap aktivitas inhibisi. Ketiga ekstrak menunjukkan aktivitas penghambatan α-amilase dengan nilai IC50 berkisar antara 29,47-31,29 μg/mL, di mana ekstrak dari Jawa Barat menunjukkan aktivitas tertinggi. Kombinasi FTIR-ATR dan kemometrik terbukti efektif dalam membedakan asal geografis Lawsonia inermis L. sekaligus menguji potensi antidiabetesnya, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai pendekatan standardisasi ekstrak herbal berbasis aktivitas biologis.
    Kata kunci: Lawsonia inermis L., FTIR-ATR, kemometrik, antidiabetes.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi