
Text
T372- Pengaruh Berbagai Sistem Penghantaran Vesikular Asam Kojat Dipalmitat Terhadap Klaim Pencerah Kulit Secara In Vivo (Firda Amalia Ramadhani; Dr. Soraya Ratnawulan Mita, M.Si; Prof. Dr. rer. nat. Anis Yohana C., M.Si)
Hiperpigmentasi merupakan salah satu permasalahan kulit yang disebabkan oleh
peningkatan sintesis melanin akibat paparan sinar ultraviolet ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260162 T372 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T372Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T372Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Hiperpigmentasi merupakan salah satu permasalahan kulit yang disebabkan oleh
peningkatan sintesis melanin akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Asam kojat
dipalmitat (AKD) merupakan agen pencerah kulit yang berpotensi menghambat
melanogenesis, namun efektivitasnya dibatasi oleh penetrasi kulit yang rendah.
Sistem penghantaran vesikular, seperti liposom, etosom, transfersom, transetosom,
dan niosom, berpotensi meningkatkan penghantaran AKD ke kulit. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi efektivitas dan keamanan gel AKD dalam berbagai sistem
vesikular sebagai sediaan pencerah kulit. Evaluasi dilakukan secara in vivo melalui
pengamatan jumlah melanosit, ketebalan epidermis, uji iritasi-korosi kulit, serta
toksisitas subkronis dermal selama 28 hari yang meliputi parameter hematologi,
biokimia, dan histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formulasi
memiliki indeks iritasi primer 0 tanpa tanda eritema maupun edema serta tidak
menimbulkan toksisitas sistemik yang bermakna. Perubahan histopatologi hati dan
ginjal yang diamati bersifat ringan tanpa disertai gangguan fungsi organ. Paparan
UV meningkatkan jumlah melanosit dari 2,10 ± 0,99 menjadi 3,40 ± 0,84 serta
ketebalan epidermis dari 23,0 ± 9,93 μm menjadi 33,7 ± 7,96 μm. Dibandingkan
gel AKD konvensional (3,50 ± 0,85; 32,8 ± 8,24 μm), seluruh sistem vesikular
menunjukkan kecenderungan menurunkan kedua parameter tersebut. Secara
deskriptif, etosom menghasilkan rerata jumlah melanosit dan ketebalan epidermis
terendah, yaitu 2,10 ± 0,74 dan 20,5 ± 3,26 μm, diikuti oleh kelompok perlakuan
niosom, transetosom, transfersom dan liposom. Secara keseluruhan, sistem
penghantaran vesikular berpotensi meningkatkan efektivitas penghantaran AKD
sebagai agen pencerah kulit dengan tetap mempertahankan profil keamanan yang
baik.
Kata kunci: asam kojat dipalmitat, sistem vesikular, toksisitas, pencerah kulit,
sistem vesikular. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






