
Text
4762- Pengaruh Metode Ekstraksi Herba Suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) Terhadap Profil Fitokimia, Aktivitas Antioksidan, Antikolagenase, dan Penghambatan Bakteri Cutibacterium acnes (Lintang Gusti Kinanti; Zelika Mega Ramadhania, M.Si., Ph.D; Prof. Dr. Yasmiwar Susilawati, M.Si)
Paparan ultraviolet berlebih dan infeksi bakteri Cutibacterium acnes dapat meningkatkan kadar radikal bebas, yang dapat menstimulasi enzim kolagenase ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260160 4762 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4762Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4762Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Paparan ultraviolet berlebih dan infeksi bakteri Cutibacterium acnes dapat meningkatkan kadar radikal bebas, yang dapat menstimulasi enzim kolagenase dan memicu penuaan dini. Herba suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) berpotensi sebagai antioksidan, anti-kolagenase, dan antibakteri karena adanya kandungan fenolik dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap profil fitokimia (kadar fenol total, kadar flavonoid total), aktivitas antioksidan (DPPH dan ABTS), anti-kolagenase, dan penghambatan bakteri Cutibacterium acnes (metode sumuran, MIC, dan MBC) ekstrak herba suruhan. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi etanol 96% dan etanol 70%, ekstraksi dengan alat Soxhlet menggunakan etanol 96%, serta Ultrasound Assisted Extraction (UAE) menggunakan etanol 70%. Hasil kadar fenol total untuk tiap metode didapat 0,144 µgGAE/mg; 0,517 µgGAE/mg; 0,112 µgGAE/mg; dan 0,264 µgGAE/mg, sedangkan untuk kadar flavonoid total adalah sebesar 0,211 µgRE/mg; 0,677 µgRE/mg; 0,250 µgRE/mg; dan 0,401 µgRE/mg. Hasil IC50 antioksidan metode DPPH untuk tiap metode adalah 919,842 µg/ml; 649,916 µg/mL; 1.216,826 µg/mL; 764,301 µg/mL, sedangkan metode ABTS sebesar 211,168 µg/mL; 85,435 µg/mL; 234,851 µg/mL; dan 143,299 µg/mL. Aktivitas anti-kolagenase pada konsentrasi 500 µg/mL untuk tiap metode adalah 18,939%; 23,684%; 9,470%; dan 16,288%. Uji antibakteri dengan difusi sumuran menunjukkan tidak adanya penghambatan terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Nilai MIC ekstrak maserasi etanol 96%, maserasi etanol 70%, dan ekstrak Soxhlet didapat sebesar 500 µg/mL, sedangkan pada UAE belum didapat nilai MIC. Nilai MBC ekstrak maserasi etanol 96% dan maserasi etanol 70% didapat sebesar 500 µg/mL, sementara pada ekstrak Soxhlet belum didapat nilai MBC. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode ekstraksi memengaruhi profil fitokimia, aktivitas antioksidan, anti-kolagenase, serta penghambatan bakteri Cutibacterium acnes dari ekstrak herba suruhan.
Kata kunci: Antioksidan, anti-kolagenase, Cutibacterium acnes, metode ekstraksi, Peperomia pellucida
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






