
Text
4758- Pengaruh Metode Ekstraksi Herba Suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) Terhadap Profil Fitokimia Aktivitas Fotoprotektif, Antihiperpigmentasi, dan Penghambatan Bakteri Staphylococcus epidermidis (Muthiah Nurhaliza; Zelika Mega Ramadhania, M.Si., Ph.D; Dr. Ami Tjitraresmi, M.Si)
Herba suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai agen ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260156 4758 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4758Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4758Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Herba suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai agen fotoprotektif, anti-hiperpigmentasi, dan antibakteri. Metode ekstraksi dan jenis pelarut dapat mempengaruhi perolehan senyawa aktif serta aktivitas biologisnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tersebut terhadap profil fitokimia serta aktivitas dermoprotektif ekstrak herba suruhan. Ekstraksi dilakukan menggunakan beberapa metode, yaitu maserasi dengan pelarut etanol 70% dan 96%, Soxhlet dengan etanol 96%, dan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) dengan etanol 70%. Kadar flavonoid dan fenol total ditentukan menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi AlCl₃ dan Folin-Ciocalteu, aktivitas fotoprotektif dievaluasi berdasarkan nilai SPF, %Te, dan %Tp, aktivitas antihiperpigmentasi melalui inhibisi tirosinase, serta aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis menggunakan metode well diffusion dan KHM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maserasi menggunakan etanol 70% menghasilkan kadar flavonoid dan fenol total tertinggi serta aktivitas fotoprotektif dan anti-hiperpigmentasi terbaik, dengan perbedaan signifikan terhadap maserasi etanol 96% pada uji anti-hiperpigmentasi (p = 0,002). Namun, seluruh ekstrak tidak menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap Staphylococcus epidermidis pada rentang konsentrasi yang diuji. Secara keseluruhan, maserasi menggunakan etanol 70% merupakan metode yang memberikan hasil paling optimal terhadap kadar flavonoid dan fenol total, aktivitas fotoprotektif, dan aktivitas anti-hiperpigmentasi ekstrak herba suruhan. Meskipun demikian, jika dibandingkan antara metode maserasi dan UAE dengan pelarut etanol 70%, aktivitas relatif sebanding dan tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada aktivitas anti-hiperpigmentasi, sehingga berpotensi menjadi metode ekstraksi alternatif yang efisien.
Kata kunci: Antibakteri, Anti-hiperpigmentasi, Fotoprotektif, Metode Ekstraksi Peperomia pellucida.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






