Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4757- Pengaruh Enkapsulasi Alfa Mangostin ke Dalam Silika Mesopori Terhadap Aktivitas Sitotoksik Lini Sel Kanker Payudara MCF-7 (Justine Frederica; Dr. Diah Lia Aulifa, M.Si; Dr. Dhania Novitasari)


Alfa Mangostin (AM) merupakan senyawa xanton dari perikarp buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang diduga memiliki potensi sitotoksik terhadap sel ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202601554757Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4757
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4757
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Alfa Mangostin (AM) merupakan senyawa xanton dari perikarp buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang diduga memiliki potensi sitotoksik terhadap sel kanker payudara subtipe luminal A yang diwakili oleh lini sel MCF-7. Namun, kelarutan dalam air yang buruk dan bioavailabilitas oral yang rendah membatasi efektivitas terapeutiknya. Silika mesopori (SM) merupakan sistem penghantaran obat yang mampu meningkatkan kelarutan, mempertahankan bentuk amorfnya dan mencegah terjadinya rekristalisasi, sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas terapeutik obat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh enkapsulasi AM ke dalam SM terhadap aktivitas sitotoksik lini sel kanker payudara MCF-7. Senyawa AM dienkapsulasi ke dalam SM dengan metode evaporasi pelarut lalu dikarakterisasi menggunakan Power X-Ray Diffraction (PXRD), Differential Scanning Calorimetry (DSC), Fourier Transform Infrared (FTIR), serta dievaluasi efesiensi pemuatan dan kelarutan. Selanjutnya, aktivitas sitotoksik AM dan AM-SM terhadap lini sel kanker payudara MCF-7 setelah inkubasi selama 48 jam dievaluasi menggunakan metode WST-8. Hasil PXRD menunjukkan pola halo dan DSC tidak menampilkan puncak endotermik. Hasil FTIR menunjukkan pergeseran pita serapan gugus karbonil pada AM-SM, yang menunjukkan keberhasilan enkapsulasi AM dalam bentuk amorf. Selain itu, AM-SM 6 nm dan AM-SM 12 nm menunjukkan efisiensi pemuatan yang tinggi, masing-masing sebesar 95,30% dan 98,07% serta meningkatkan kelarutan sebesar 26 kali lipat pada AM-SM 6 nm dan 22 kali lipat pada AM-SM 12 nm dibandingkan AM murni. Uji aktivitas sitotoksik selama 48 jam menunjukkan bahwa AM-SM 6 nm dan AM-SM 12 nm memiliki nilai IC₅₀ masing-masing sebesar 3,23 ± 0,5 µg/mL dan 3,89 ± 0,2 µg/mL, lebih rendah dibandingkan AM murni (4,16 ± 0,9 µg/mL). Dengan demikian, enkapsulasi AM ke dalam SM berhasil dikonfirmasi melalui karakterisasi PXRD, DSC, dan FTIR serta meningkatkan kelarutan AM dengan tetap mempertahankan aktivitas sitotoksiknya terhadap lini sel kanker payudara MCF-7.
    Kata kunci: aktivitas sitotoksik, alfa mangostin, amorfisasi, MCF-7, silika mesopori
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi