
Text
T370- Analisis Utilitas Biaya Pengobatan Meloksikam Dibandigkan Natrium Diklofenak Pada Pasien Nyeri PunggungBawah Akut Nonspesifik Dengan Fisioterapi di RSAU dr. M. Salamun Bandung (Berry Harsono Putra; Rano Kurnia Sinuraya, M.KM., Ph.D; Prof. Auliya A. Suwantika, Ph.D; Prof. Dr. Tiana Milanda, M.Si)
Latar Belakang: Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain/LBP) merupakan penyebab utama disabilitas global yang menurunkan kualitas hidup, namun evaluasi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260151 T370 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T370Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T370Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Latar Belakang: Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain/LBP) merupakan penyebab utama disabilitas global yang menurunkan kualitas hidup, namun evaluasi farmakoekonomi terhadap terapi standar NSAID dan fisioterapi masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis utilitas biaya serta luaran kualitas hidup pasien LBP yang menerima regimen fisioterapi-meloksikam dibandingkan fisioterapi-natrium diklofenak di RSAU dr. M. Salamun Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik metode cohort dengan total sampling pada 100 pasien rawat jalan yaitu kelompok fisioterapi dengan meloksikam (n = 25) dan kelompok fisioterapi dengan natrium diklofenak (n = 75). Evaluasi biaya medis langsung dilakukan dari perspektif rumah sakit (RS) dan pembayar (BPJS). Pengukuran utilitas menggunakan instrumen EQ-5D-5L dan EQ-VAS, dilanjutkan perhitungan Incremental Cost-Utility Ratio (ICUR) serta analisis sensitivitas satu arah. Hasil: Kelompok fisioterapi-meloksikam menghasilkan utilitas yang lebih tinggi (0,071 QALYs) dibandingkan kelompok fisioterapi-natrium diklofenak (0,061 QALYs). Nilai ICUR dari perspektif RS sebesar Rp 18.364.805/QALY dan perspektif BPJS Rp 17.367.867/QALY. Kedua nilai berada pada Kuadran I Cost-Effectiveness Plane menandakan intervensi lebih efektif sekaligus lebih mahal, namun masih di bawah ambang batas Willingness to Pay (WTP) Indonesia (Rp 83.371.834/QALY), sehingga meloksikam dinilai cost-effective. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa ketidakpastian luaran efektivitas klinis (QALY) merupakan variabel yang paling memengaruhi variasi ICUR dan menentukan efisiensi biaya terapi, diikuti oleh biaya fisioterapi, jasa dokter, dan administrasi. Kesimpulan: Fisioterapi-meloksikam memiliki probabilitas 68,8% untuk menjadi pilihan yang efektif biaya pada ambang WTP Rp 83.371.834/QALY. Temuan yang mencerminkan pola peresepan aktual ini diharapkan menjadi landasan pengambilan keputusan berbasis bukti bagi manajemen rumah sakit dalam mendukung penerapan kendali mutu dan kendali biaya secara berkelanjutan.
Kata Kunci: analisis utilitas biaya, nyeri punggung bawah, meloksikam, natrium diklofenak, ICUR
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






