Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T369- Kajian Risiko Standar Penanganan dan Kualitas Mutu Plasma Darah Untuk Proses Fraksionasi Plasma (Ikhsan Rambia; Prof. Dr. Sriwidodo, M.Si; Dr. Mas Rahman Roestan, S.Si., MBA)


Darah yang merupakan cairan tubuh yang berperan dalam mengantarkan zat-zat esensial, seperti nutrisi dan oksigen ke dalam sel, serta mengangkut ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260150T369Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T369
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T369
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Darah yang merupakan cairan tubuh yang berperan dalam mengantarkan zat-zat esensial, seperti nutrisi dan oksigen ke dalam sel, serta mengangkut produk limbah dari sel-sel tersebut. Sebanyak 50–60% dari darah terdiri atas cairan yang disebut plasma, yaitu bagian darah yang tidak mengandung sel-sel darah dan berwarna kekuningan. Plasma darah sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal, saat ini upaya untuk mengatasinya dengan program fraksionasi plasma yaitu memisahkan plasma menjadi produk obat turunan plasma. Beberapa produk obat turunan plasma seperti albumin, imunoglobulin, dan Faktor VIII dapat digunakan untuk terapi pada kasus-kasus esensial yang mengancam nyawa. Untuk mewujudkan kemandirian produk Plasma Darah di Indonesia, Kementerian Kesehatan mengeluarkan regulasi terkait fraksionasi plasma. Keberhasilan fraksionasi plasma bergantung terhadap beberapa hal, termasuk penanganan dan kualitas plasma darah yang dihasilkan oleh Unit Pengelolaan Darah (UPD). Kajian risiko perlu dilakukan terhadap standar penanganan dan kualitas plasma saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan standar penanganan dan kualitas mutu plasma beserta kajian risiko yang tepat.
    Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) untuk mengevaluasi resiko yang terjadi berdasarkan atas tingkat kejadian (occurrence), Tingkat keparahan (severity), dan tingkat deteksi (detection). Proses penanganan dan standar kualitas didapat melalui proses wawancara terhadap Quality Assurance Manager di 5 UPD, dilanjutkan dengan penilaian risiko melalui kuesioner yang diberikan kembali kepada para QA Manager tersebut. Uji Reliabilitas dilakukan untuk menilai konsistensi dari kuesioner yang diberikan pada sampel dari populasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanganan yang dilakukan di beberapa UPD sudah sesuai dengan prosedur namun memiliki 18 risiko pada proses pelabelan darah, pengambilan darah, proses pengolahan plasma serta karantina dan pelulusan plasma. Risiko ini dapat dimitigasi menggunakan pelatihan dan prosedur kerja yang tepat, program perawatan serta kualifikasi - kalibrasi yang rutin. Kualitas plasma di jaga sedemikian rupa melalui kontrol proses namun belum jauh ke pengujian rutin kadar protein tertentu, sehingga kualitas plasma untuk fraksionasi belum dapat diketahui pasti, harus menunggu proses fraksionasi plasma dilakukan dan melihat Produk Obat Derivat Plasma (PODP) apa saja yang dapat dihasilkan.
    Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis bahwa kajian risiko pada proses penanganan plasma dapat mengurangi risiko kegagalan dan dapat menjaga kualitas plasma darah. Mitigasi risiko yang dihasilkan dapat menjadi acuan untuk menyusun standar penanganan dan kualitas plasma yang akan digunakan untuk fraksionasi sehingga menghasilkan PODP yang bermutu, aman, berkhasiat serta bisnis yang sustain dan visible.
    Kata Kunci: Penganganan, kualitas, plasma, UPD, fraksionasi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi