
Text
T368- Kajian Risiko Proses Penyimpanan dan Transportasi Plasma Untuk Fraksionasi di Indonesia (Aristo Fajar Nugroho; Prof. Dr. Sriwidodo, M.Si; Dr. Mas Rahman Roestan, S.Si., MBA)
Plasma darah melalui proses fraksionasi dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) oleh industri farmasi untuk menghasilkan produk ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260149 T368 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T368Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T368Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Plasma darah melalui proses fraksionasi dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) oleh industri farmasi untuk menghasilkan produk seperti albumin, faktor pembekuan dan immunoglobulin yang dipergunakan pada terapi life saving dan penyakit akut yang membahayakan jiwa. Kualitas dan keamanan plasma untuk fraksionasi dalam bentuk Fresh Frozen Plasma (FFP) sangat bergantung pada tata cara penyimpanan dan transportasi yang ketat, khususnya dalam hal pengendalian suhu. Setiap penyimpangan pada tahapan tersebut berpotensi menurunkan mutu plasma, oleh karena itu kajian risiko terhadap proses penyimpanan dan transportasi plasma perlu dilakukan untuk memastikan proses berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko yang terjadi selama proses penyimpanan dan transportasi plasma, menilai tingkat risiko berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detectability menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta menyusun rekomendasi mitigasi untuk meminimalkan risiko yang teridentifikasi. Penelitian ini dilakukan pada 5 Unit Pengelola Darah (UPD) dan 1 perusahaan transportasi cold chain. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Campuran Sekuensial Eksploratori, dimana penelitian dimulai dengan mengeksplorasi data dan analisis kualitatif melalui observasi lapangan & wawancara, kemudian melakukan pengisian kuesioner oleh expert untuk mendapatkan hasil kuantitatif dari nilai Risk Priority Number (RPN), hasil pengisian kuesioner dilakukan uji reliabilitas untuk menguji konsistensi penilaian risiko menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian diperoleh identifikasi risiko sebanyak 18, meliputi risiko penyimpanan, transportasi, personalia, regulasi, dan sanitasi. Hasil evaluasi risiko didapatkan 2 risiko dalam kategori negligible, 8 acceptable perlu mitigasi, dan 8 unacceptable. Risiko dengan kategori negligible pengendalian risiko yang dilakukan dengan menerima risiko (accepted), risiko dengan kategori acceptable perlu mitigasi, dan unacceptable dilakukan pengendalian risiko berupa penurunan risiko (reduce). Terdapat 16 risiko telah dilakukan mitigasi dan sudah memenuhi target RPN yang diharapkan, sehingga Risiko menjadi kategori Acceptable dan Negligible. Dari hasil penelitian dapat dirumuskan rekomendasi tindakan untuk UPD yang dikategorikan dalam beberapa kelompok kriteria yaitu, spesifikasi freezer, proses penyimpanan, proses transportasi, proses loading & unloading, sistem pelabelan, sistem mutu, personalia & higiene. Sedangkan untuk Industri Fraksionasi rekomondasi dituangkan dalam bentuk checklist audit pemasok untuk memastikan bahwa plasma yang diperoleh terjamin kualitasnya.
Kata kunci: Fresh Frozen Plasma, Fraksionasi, Manajemen Risiko, Risk Priority Number, FMEA, Penyimpanan, Transportasi.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






