
Text
D99 Bla Bla Bla
Kurkumin, brazilin, dan α-mangostin merupakan senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia yang memiliki aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker ...
-
Tidak ada salinan data
-
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil -Penerbit : ., Deskripsi Fisik -Bahasa ISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Deby Tristiyanti -
Kurkumin, brazilin, dan α-mangostin merupakan senyawa bioaktif dari bahan alam Indonesia yang memiliki aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker prostat, namun pemanfaatannya terbatas akibat kelarutan yang sangat rendah dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi ketiga senyawa melalui pembentukan dispersi padat amorf menggunakan polimer polivinilpirolidon K30 (PVP K30) dengan metode solvent evaporation, serta mengevaluasi dampaknya terhadap stabilitas fisik dan aktivitas antiproliferasi pada sel kanker prostat DU145. Dispersi padat amorf disiapkan pada rasio bahan aktif:polimer sebesar 1:1, 1:3, dan 1:5, kemudian dikarakterisasi menggunakan PXRD, DSC, dan FTIR untuk mengonfirmasi perubahan fase kristalin menjadi amorf serta interaksi molekuler bahan aktif:polimer. Evaluasi meliputi efisiensi penjeratan, kelarutan, laju disolusi, stabilitas fisik, dan aktivitas antiproliferasi secara in vitro. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa dispersi padat amorf pada seluruh rasio berhasil mentransformasi ketiga senyawa dari fase kristalin menjadi fase amorf, yang ditandai oleh hilangnya puncak difraksi pada difraktogram PXRD, hilangnya puncak endotermik leleh pada termogram DSC, serta pergeseran pita serapan O–H pada FTIR yang mengonfirmasi terbentuknya ikatan hidrogen. Rasio 1:5 menghasilkan peningkatan kelarutan tertinggi di mana kurkumin meningkat 3,2 kali lipat (12,34 μg/mL), brazilin 5,7 kali lipat (56,49 μg/mL), dan α-mangostin 31,7 kali lipat (64,58 μg/mL), dengan efisiensi penjeratan berturut-turut 81,64%, 89,86%, dan 88,74%. Profil disolusi ketiga senyawa menunjukkan peningkatan laju pelarutan yang signifikan dengan konsentrasi maksimum yang tercapai dalam 20 menit pertama. Uji stabilitas fisik pada kelembapan relatif 0% menunjukkan bahwa rasio 1:5 mampu mempertahankan fase amorf hingga 30 hari pada ketiga senyawa. Uji aktivitas antiproliferasi dispersi padat amorf rasio 1:5 terhadap sel DU145 secara in vitro menunjukkan penurunan nilai IC₅₀ dibandingkan dengan senyawa murni, yaitu kurkumin dari 21,37 menjadi 16,30 μg/mL, brazilin dari 20,12 menjadi 14,02 μg/mL, dan α-mangostin dari 29,08 menjadi 25,56 μg/mL. Penelitian ini menunjukkan bahwa dispersi padat amorf dengan PVP K30 dapat meningkatkan kelarutan, laju disolusi, stabilitas fisik, dan aktivitas antiproliferasi kurkumin, brazilin, dan α-mangostin terhadap sel kanker prostat DU 145 Kata kunci: kurkumin, brazilin, α-mangostin, dispersi padat amorf, PVP K30, kelarutan, disolusi, antiproliferasi, kanker prostat DU 145
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






