
Text
D100- Evaluasi Ekonomi Intervensi Penanganan Pandemi Covid-19 di Sulawesi Tenggara (Sabarudin; Prof. Auliya A. Suwantika, MBA., Ph.D; Prof. Dr. Ruslin, M.Si; Miski Aghnia Khairinisa, M.Biomed, Sc., Ph.D)
Pandemi COVID-19 berdampak pada sistem kesehatan, sehingga diperlukan strategi diagnosis, pengobatan, dan vaksinasi yang efektif dan efisien. RT-PCR ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260117 D100 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D100Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D100Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Pandemi COVID-19 berdampak pada sistem kesehatan, sehingga diperlukan strategi diagnosis, pengobatan, dan vaksinasi yang efektif dan efisien. RT-PCR memerlukan estimasi biaya yang akurat, sedangkan pengobatan dan vaksinasi perlu dievaluasi dari aspek efektivitas biaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui biaya RT-PCR untuk pemeriksaan COVID-19; (2) mengetahui biaya pengobatan COVID-19 ditinjau dari perspektif rumah sakit dan payer (Kementerian Kesehatan); (3) mengetahui nilai efektivitas biaya pengobatan COVID-19; dan (4) mengetahui nilai efektivitas biaya vaksinasi COVID-19 di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan desain studi yaitu activity-based costing untuk estimasi biaya RT-PCR, microcosting approach untuk estimasi biaya pengobatan, cost-effectiveness analysis (CEA) untuk analisis efektivitas biaya terapi COVID-19, serta modelling CEA berbasis model SEIR untuk analisis efektivitas biaya vaksinasi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata adjusted cost pemeriksaan RT-PCR di delapan laboratorium pemerintah Sulawesi Tenggara sebesar Rp340.628 per pemeriksaan, dengan variasi biaya pemeriksaan dipengaruhi oleh bahan habis pakai, sumber daya manusia, extraction kit, dan reagen RT-PCR. Rata-rata biaya pengobatan COVID-19 sebesar Rp28.768.333 per pasien dari perspektif rumah sakit dan Rp69.990.321 dari perspektif payer, dengan biaya akomodasi dan pelayanan farmasi sebagai kontributor utama total biaya pengobatan. Analisis efektivitas biaya terapi menunjukkan bahwa favipiravir merupakan terapi yang cost-effective dan cost-saving dibandingkan oseltamivir (ICER = -Rp12.012.230). Remdesivir bersifat dominated baik dibandingkan terhadap oseltamivir (ICER = - Rp147.714.484) maupun terhadap favipiravir (ICER = -Rp114.907.346). Analisis model SEIR menunjukkan bahwa vaksinasi COVID-19 efektif secara klinis dan ekonomis dalam menurunkan jumlah kasus, kematian, dan biaya perawatan. Strategi vaksinasi booster bersifat cost-saving dengan penghematan biaya sebesar US$417,87 juta dan pencegahan 64.011 kematian. Evaluasi ekonomi Kesehatan pada diagnosis, pengobatan, dan vaksinasi memberikan dasar penting bagi kebijakan pembiayaan kesehatan dan pengendalian pandemi di Sulawesi Tenggara.
Kata kunci: Pemeriksaan RT-PCR, pembiayaan kesehatan, klaim biaya, komponen biaya, COVID-19, antivirus, ICER, farmakoekonomi
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






