Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4753- Isolasi dan Karakterisasi Metabolit Sekunder Jamur Endofit dari Daun Didymocheton gaudichaudianus A.Juss (Meliaceae) Serta Aktivitas Antibakterinya (Selly Trianingrum Febriyanti; Ferry Ferdiansyah Sofian, M.Si., Ph.D; Dr. Ellin Febrina, M.Si)


Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang berkolonisasi di dalam jaringan tumbuhan tanpa menimbulkan gejala patogenisitas. Jamur endofit diketahui ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202601134753Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4753
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4753
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang berkolonisasi di dalam jaringan tumbuhan tanpa menimbulkan gejala patogenisitas. Jamur endofit diketahui memiliki kemampuan menghasilkan senyawa metabolit sekunder dengan beragam aktivitas biologis, termasuk aktivitas antibakteri. Potensi tersebut menjadikan jamur endofit sebagai salah satu sumber alternatif senyawa bioaktif yang terus dieksplorasi, termasuk dari spesies tumbuhan yang belum banyak dikaji seperti Didymocheton gaudichaudianus A.Juss. Pada penelitian ini, jamur endofit yang diisolasi dari bagian daun D. gaudichaudianus A.Juss. diamati berdasarkan karakteristik makroskopik dan mikroskopik, meliputi bentuk koloni, hifa hialin bersepta, konidiofor yang tegak memanjang, vesikel globose, dan konidia yang diamati. Isolat jamur menunjukkan karakteristik morfologi yang memiliki kemiripan dengan Aspergillus oryzae. Tiga senyawa metabolit sekunder berhasil diisolasi dari jamur tersebut menggunakan teknik ekstraksi dan kolom kromatografi silika gel dan oktadesilsilan (ODS), serta dikarakterisasi menggunakan data spektroskopi ultraviolet-visibel (UV-Vis) dan inframerah (IR). Senyawa memiliki karakteristik pada isolat 1 berbentuk minyak berwarna kuning, serapan UV-Vis pada 215, 225 dan 425 nm, serta gugus fungsi hidroksil, C-H alifatik, karbonil, C=C aromatik, gem dimetil, dan C-O; isolat 2 berbentuk padatan merah muda, serapan UV-Vis pada 220 dan 290 nm, serta gugus hidroksil, C-H alkena, C-H alifatik, karbonil ester/asam karboksilat, C=C aromatik, dan C-O; isolat 3 berbentuk amorf berwarna putih dengan kandungan gugus hidroksil, C-H alifatik, C-H alkena, karbonil ester, dan C-O. Keragaman golongan senyawa tersebut mengindikasikan kapasitas biosintetik jamur endofit yang relatif luas. Evaluasi aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa isolat 1 dan 3 tidak memiliki aktivitas penghambatan bakteri terhadap S. aureus dan E. coli. Temuan ini menunjukkan bahwa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jamur endofit D. gaudichaudianus masih berpotensi untuk dieksplorasi lebih lanjut, terutama melalui optimasi konsentrasi, pemurnian senyawa aktif, serta elusidasi struktur yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi potensi bioaktivitasnya.
    Kata kunci: Jamur endofit, Didymocheton gaudichaudianus, Meliaceae, Aspergillus oryzae, Metabolit sekunder, Antibakteri.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi