
Text
T363- Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Ketidakberhasilan Pengobatan Orang Dengan Tuberkulosis Sensitif Obat di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2022-2024 (Gordianus Lelang Wejak; Dr. Dika Pramita Destiani, M.Farm; Prof. Ivan Surya Pradipta, Ph.D)
Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi mycobacterium tuberculosis, dan menjadi salah satu penyebab utama ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260104 T363 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T363Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T363Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi mycobacterium tuberculosis, dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Indonesia termasuk negara dengan beban TB kedua tertinggi di dunia, dengan angka keberhasilan pengobatan masih di bawah standar nasional. Keberhasilan pengobatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bersifat multifaktorial dan saling berkaitan. Selain itu, distribusi kasus TB sering menunjukan pola spasial tertentu yang dapat mencerminkan ketimpangan akses pelayanan kesehatan dan determinan sosial di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakberhasilan pengobatan, dan pola distribusi spasial TB sensitif obat di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara periode 2022-2024.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan data sekunder dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa. Analisis difokuskan pada individu berusia ≥15 tahun yang memulai pengobatan tuberkulosis pada periode 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2024. Variabel yang dianalisis meliputi faktor sosial ekonomi, sistem pelayanan kesehatan, faktor terkait penyakit, faktor terapi, dan faktor individu pasien. Analisis statistik dilakukan secara analitik menggunakan uji bivariat dan multivariat dengan IBM SPSS Statistics versi 27 untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakberhasilan pengobatan. Selanjutnya, analisis spasial dilakukan menggunakan QGIS versi 3.40.7 untuk pengolahan dan visualisasi data spasial serta GeoDa versi 1.22 untuk analisis autokorelasi spasial menggunakan Global Moran's I dan Local Indicators of Spatial Association (LISA) guna mengidentifikasi pola penyebaran kasus TB.
Hasil: Sebanyak 2047 orang dengan TB sensitif obat dianalisis dalam penelitian ini. Keberhasilan pengobatan TB sensitif obat di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara periode 2022-2024 secara kumulatif adalah 83,0%. Pola distribusi spasial insidensi kumulatif TB sensitive obat, menunjukan kecenderungan mengelompok (Moran’s I=0,243; p=0,036), dengan konsentrasi tinggi pada satu kecamatan dan konsentrasi rendah pada tiga kecamatan, sedangkan duapuluh satu kecamatan menunjukan polah distribusi yang acak. Faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakberhasilan pengobatan adalah: individu dengan usia ≥ 65 berpeluang 2,60 kali lebih tinggi dibandingkan usia 15-24 tahun (aOR=2,60; 95% CI: 1,57-4,30), jenis kelamin laki-laki berpeluang 1,46 kali lebih tinggi dibandingkan perempuan (aOR=1,46; 95% CI: 1,00-2.12), pasien yang tidak mendapatkan investigasi kontak berpeluang 2,21 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang dilakukan pemeriksaan kontak (aOR=2,21; 95% CI: 1,56-3,13), orang dengan HIV 5,62 kali dibanding HIV negative (aOR=5,62; 95% CI: 2,69- 11,73), status HIV tidak diketahui 1,74 kali dibanding HIV negative (aOR=1,74; 95% CI: 1,34-2,26), individu yang diobati setalah putus obat 3,55 kali lebih tinggi dibandingkan kasus baru (aOR=3,55; 95% CI: 1,22-10,36), serta mereka yang menggunakan paduan dosis harian pada fase lanjutan 1,38 kali meningkatkan peluang ketidakberhasilan dibanding kelompok yang menggunakan dosis tiga kali seminggu (aOR=1,38; 95% CI: 1,05-1,79).
Kesimpulan: Ketidakberhsilan pengobatan TB sensitif obat di Kabupaten Minahasa, tidak hanya dipengaruhi oleh faktor klinis pasien, tetapi juga oleh faktor sistem pelayanan kesehatan. Selain itu, variasi distribusi insidensi kasus antar kecamatan dapat mencerminkan perbedaan akses terhadap pelayanan kesehatan, ketersediaan fasilitas diagnostik, serta karakteristik sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, intervensi yang komprehensif, termasuk peningkatan akses pelayanan kesehatan, penguatan integrasi layanan TB-HIV, serta pendekatan berbasis wilayah, diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB sensitif obat.
Kata kunci: tuberkulosis, ketidakberhasilan pengobatan, faktor risiko, analisis spasial, Minahasa.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






