
Text
4746- Pembuatan dan Karakterisasi Cangkang Kapsul Kombinasi Pati Biji Sorgum Terdepolimerisasi dan Kitosan Dengan Variasi Crosslinker Kalsium Klorida (Kezia Stella Carmencinta Salvi; Driyanti Rahayu, MT; Arif Budiman, M.Si., Ph.D)
Kapsul merupakan suatu sediaan padat oral yang umumnya berbahan dasar gelatin. Tingginya ketergantungan impor gelatin mendorong pengembangan cangkang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260097 4746 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4746Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4746Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kapsul merupakan suatu sediaan padat oral yang umumnya berbahan dasar gelatin. Tingginya ketergantungan impor gelatin mendorong pengembangan cangkang kapsul dengan bahan alternatif, antara lain pati dan kitosan. Cangkang kapsul berbahan dasar pati biji sorgum-kitosan memiliki kelemahan, diantaranya sifat mekanik, waktu disintegrasi, dan disolusi yang kurang baik. Penggunaan pati biji sorgum terdepolimerisasi mempercepat waktu disintegrasi, namun masih belum memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk membuat serta menganalisis karakteristik dan kinerja cangkang kapsul pati biji sorgum terdepolimerisasi-kitosan dengan menambahkan crosslinker kalsium klorida (CaCl2). Tahapan penelitian meliputi ekstraksi dan depolimerisasi pati biji sorgum, pembuatan cangkang kapsul pati biji sorgum terdepolimerisasi-kitosan dengan variasi penambahan CaCl2 2% (0-1,25 mL). Pengujian meliputi karakteristik fisik, spesifikasi, disintegrasi, disolusi, dan analisis dengan FTIR. Hasil pengujian menunjukkan karakteristik organoleptis warna kecoklatan, agak transparan, tidak berbau, dan bertekstur sedikit lunak. Uji spesifikasi menunjukkan panjang cangkang kapsul yang memenuhi standar. Hasil FTIR mengkonfirmasi interaksi antara komponen cangkang kapsul dengan CaCl2. Uji kinerja menunjukkan bahwa penambahan CaCl2 mampu menurunkan waktu disintegrasi dan mempercepat laju disolusi secara signifikan dibandingkan dengan cangkang kapsul tanpa CaCl2. Waktu disintegrasi terpendek diperoleh pada F1 yaitu 11,645±0,204 menit. Waktu disolusi parasetamol (≥85%) tercepat diperoleh pada F3 yaitu 22 menit. Hasil uji disintegrasi dan disolusi memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia.
Kata kunci: kapsul, pati sorgum, crosslinker, CaCl2. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






