Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4744- Pengaruh Variasi Komposisi Natural Deep Eutectic Solvents Terhadap Aktivitas Antiplasmodial dan Profil Metabolit Herbal Ciplukan (Physalis angulata L.) (Muhammad Dafrizal Firdaus; Dr. Raden Bayu Indradi, M.Si; Prof. Dr. rer. Nat. Muhaimin, M.Si)


Malaria merupakan penyakit infeksi akut hingga kronik yang disebabkan oleh spesies parasit Plasmodium dan sudah menjadi masalah global akibat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202600954744Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4744
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4744
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Malaria merupakan penyakit infeksi akut hingga kronik yang disebabkan oleh spesies parasit Plasmodium dan sudah menjadi masalah global akibat tingginya morbiditas, mortalitas, serta munculnya resistensi parsial artemisinin. Pengembangan agen antiplasmodial berbasis tumbuhan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Pada penelitian sebelumnya, P.angulata menunjukkan potensi antiplasmodial yang kuat dengan ekstraksi menggunakan pelarut organik. Namun, pelarut organik memiliki kelemahan karena bersifat toksik dan tidak ramah lingkungan sehingga diperlukan penerapan green chemistry, salah satunya dengan mengunakan natural deep eutektik solvents (NADES). Penelitian ini mengevaluasi pengaruh komposisi air dan rasio cair–padat terhadap aktivitas antiplasmodial dibandingkan dengan ekstrak etil asetat serta profil metabolitnya. Aktivitas antiplasmodial diuji secara in vitro menggunakan metode penghambatan beta-hematin, sedangkan profil metabolit dianalisis secara kemometrik menggunakan KLT-densitometri dan analisis multivariat principal component analysis (PCA). Uji antiplasmodial ekstrak NADES variasi air 10, 20, dan 30% berturut-turut sebesar 53,46±0,54; 44,62±0,30; dan 30,94±0,38%, serta ekstrak NADES variasi rasio cair-padat 10, 15, 20 mL/g berturut-turut sebesar 53,46±0,54; 46,17±2,46; dan 25,60±0,28%. Hasil tersebut menunjukkan ekstrak NADES komposisi air 10% dan rasio cair–padat 10 mL/g memiliki aktivitas antiplasmodial terbaik dibandingkan komposisi yang lain dan memiliki IC50 sebesar 21,69±0,46 mg/mL, sedikit lebih lemah dari nilai IC50 ekstrak etil asetat dengan nilai 18,65±1,28 mg/mL Hasil analisis PCA menunjukkan perbedaan pola pengelompokan, menandakan variasi profil metabolit antara ekstraksi menggunakan NADES dan etil asetat. Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa ekstrak NADES dengan komposisi air 10% dan rasio cair-padat 10 mL/g mampu memberikan aktivitas antiplasmodial yang paling baik.
    Kata kunci: Physalis angulata; NADES; antiplasmodial; KLT-Densitometri; PCA
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi