
Text
4743- Pengaruh Polimorfisme Gen CYP2C9*3 (rs1057910), Usia, dan BMI Terhadap Variasi Dosis Warfarin Pada Pasien di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung (Afiqoh Khosyiyarobba; Prof. Dr. Tina Rostinawati, M.Si; Dr. Norisca Aliza Putriana, M.Farm)
Warfarin merupakan antikoagulan oral kumarin tak langsung yang bekerja dengan menghambat sintesis faktor koagulasi II, VII, IX, dan X vitamin K pada ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260093 4743 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4743Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4743Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Warfarin merupakan antikoagulan oral kumarin tak langsung yang bekerja dengan menghambat sintesis faktor koagulasi II, VII, IX, dan X vitamin K pada sel hati. Dalam pemakaiannya, mempertahankan dosis terapi warfarin masih merupakan suatu tantangan khususnya pada tahap awal terapi warfarin. Hal tersebut disebabkan oleh indeks terapeutik obat yang sempit dan variabilitas antar individu yang besar dalam respon pasien. Oleh karena itu, dosis warfarin yang tepat harus disesuaikan untuk setiap pasien, dengan menggunakan kriteria berupa international normalized ratio (INR) dan diukur berdasarkan kecenderungan pembekuan darah. Meskipun dilakukan pemberian dosis secara hati-hati berdasarkan INR, terdapat banyak kasus dengan tujuan terapi yang tidak tercapai. Salah satu faktor yang berperan penting dalam metabolisme warfarin dapat berupa faktor genetik, seperti Single Nucleotide Polymorphism (SNP) dari enzim yang berkaitan dengan warfarin, salah satunya ialah CYP2C9*3, polimorfisme yang terjadi pada enzim CYP2C9 yang berfungsi untuk memetabolisme warfarin sehingga terjadi penurunan aktivitas enzim dan tertundanya metabolisme dan klirens dari warfarin. Beberapa faktor lain yang berperan penting dalam metabolisme warfarin dapat berupa non-genetik seperti usia dan Body Mass Index (BMI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil polimorfisme dan pengeruh dari polimorfisme gen CYP2C9*3 (rs1057910) pada pasien terapi warfarin di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian diawali dengan pengajuan kelayakan etik dan izin penelitian, lalu pengambilan sampel. Sampel darah diisolasi, dioptimasi dan diamplifikasi dengan menggunakan Tetra-Amplification Refractory Mutation System Polymerase Chain Reaction (T-ARMS PCR) untuk mementukan genotipe, kemudian dilakukan analisis hasil. Hasil menunjukkan bahwa di antara pasien warfarin di RSUP Hasan Sadikin dengan genotipe yang dapat diinterpretasi, distribusi genotipe CYP2C9*3 (rs1057910) terdiri dari 3 kelompok, yaitu 22 (81,48%) sampel bergenotipe AA, 4 (14,81%) sampel bergenotipe AC, dan 1 (3,7%) sampel bergenotipe CC. Distribusi genotipe dari populasi penelitian memenuhi kesetimbangan Hardy-Weinberg. Dari analisis statistik regresi linear multivariat pada tiga skenario analisis sensitivitas, diketahui bahwa usia secara konsisten memengaruhi dosis warfarin, dengan semakin bertambah umur pasien, terutama pada pasien usia paruh baya dan usia lanjut, cenderung diperlukan dosis warfarin yang lebih rendah; BMI menunjukkan hubungan positif terhadap dosis warfarin, dengan BMI yang lebih tinggi diasosiasikan dengan dosis yang lebih tinggi; sementara pengaruh polimorfisme gen CYP2C9*3 rs1057910 mengalami signifikansi statistik yang tidak konsisten pada analisis bivariat dan multivariat dikarenakan oleh data genotipe yang hilang dan frekuensi rendah pada genotipe CC, sehingga efeknya tidak dapat ditetapkan secara pasti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Warfarin, CYP2C9*3 rs1057910, Umur, BMI, Analisis Sensitivitas
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






