Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D98- Program Pelayanan Kefarmasian Komunitas Untuk Pendampingan Pengobatan Orang Dengan Infeksi Tuberkulosis: Sebuah Studi Implementasi di Indonesia (Cut Ainul Mardhiyyah; Prof. Ivan Surya Pradipta, M.Sc., Ph.D; Dr. Dian Ayu Eka Pitaloka, M.Si)


Latar belakang: Indonesia masih menjadi negara terbesar kedua di dunia dengan menyumbang kasus Tuberkulosis (TB) lebih dari 10% dari total populasi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260089D98Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D98
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D98
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Latar belakang: Indonesia masih menjadi negara terbesar kedua di dunia dengan menyumbang kasus Tuberkulosis (TB) lebih dari 10% dari total populasi global. Akan tetapi, saat ini peran apoteker komunitas belum optimal dilibatkan dalam penanganan TB di Indonesia, meskipun mereka memiliki kompetensi dalam pengelolaan dan pelayanan kefarmasian kepada pasien. Tujuan: Mengembangkan model program pelayanan kefarmasian komunitas untuk pendampingan pengobatan orang dengan infeksi TB yang dapat diimplementasikan di Indonesia. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu: (1) studi literatur pada Juni 2024 melalui pencarian komprehensif pada basis data PubMed, Cochrane Library, ScienceDirect, dan ClinicalTrials.gov dengan mengidentifikasi model layanan farmasi terkait TB dan luaran pengobatan; (2) studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap respons peserta terhadap model program yang dirancang, di Kota Bandung dan Kota Cirebon pada periode Mei 2024–Februari 2025, dianalisis menggunakan kerangka Tailored Implementation for Chronic Diseases (TICD); (3) studi intervensi berupa workshop pada 15 April 2025, dengan penilaian peningkatan pengetahuan dan kesiapan pelaksana program; dan (4) studi implementasi pada April 2025–Oktober 2025 di 4 puskesmas dan 8 apotek di Kota Cirebon, dengan pengukuran tingkat penyelesaian pengobatan, kejadian DRP, waktu yang dihemat tenaga TB di puskesmas, serta evaluasi pelaksanaan program. Hasil: (1) Model layanan kefarmasian TB yang digunakan sebagai dasar pengembangan teori mencakup pemantauan terapi obat, penanganan masalah terkait obat, pelayanan kefarmasian di rumah, konseling pasien, dukungan kepatuhan, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, dengan apotek sebagai tempat penyediaan dan konsultasi obat TB oleh apoteker. (2) Dalam adaptasi ke konteks lokal, penerapan model menghadapi kendala berupa kurangnya pelatihan TB pada apoteker, kolaborasi interdisipliner yang terbatas, minimnya dukungan organisasi, regulasi yang lemah, serta rendahnya kesadaran pasien untuk menyelesaikan TPT, sehingga diperlukan strategi penguatan pendidikan dan pelatihan, kolaborasi tim kesehatan, pedoman standar, fasilitas dan pembiayaan memadai, serta ketersediaan obat dan diagnostik. (3) Studi intervensi menunjukkan 80% peserta mencapai kategori pengetahuan baik (p 0,253) dan menyatakan siap mengimplementasikan program. (4) Studi implementasi pada 82 pasien menghasilkan tingkat penyelesaian TPT 85,7%, efek samping pada 50,6% pasien, penghematan waktu sekitar 98 jam bagi tenaga TB di puskesmas, serta tingginya kepuasan pasien dan pemangku kepentingan terhadap model layanan ini. Kesimpulan: Model layanan pendampingan pengobatan oleh apoteker komunitas dapat meningkatkan penyelesaian TPT, sehingga peran apoteker perlu diperkuat melalui reformasi kebijakan, peningkatan pelatihan, dan kolaborasi antar sektor yang terkoordinasi antara program TB, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dan akademisi untuk mengoptimalkan kontribusinya dalam pencegahan, pengobatan, dan dukungan berkelanjutan bagi orang dengan infeksi TB.
    Kata kunci: apoteker komunitas, infeksi TB, studi implementasi, TPT, tuberkulosis.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi