Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4740- Evaluasi Keberlanjutan Model Penemuan Kasus Tuberkulosis Berbasis Tenaga Kefarmasian Komunitas: Studi Standardized Patient di Kota Bandung (Khoerunnisa Cahyani Lailani; Dr. Dika Pramita Destiani, M.Farm; Prof. Ivan Surya Pradipta, M.Sc., Ph.D)


Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan tingginya kasus yang belum terdeteksi. Apotek komunitas berpotensi berperan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202600884740Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4740
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4740
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan tingginya kasus yang belum terdeteksi. Apotek komunitas berpotensi berperan dalam skrining dan rujukan pasien suspek TB. Sebagai upaya meningkatkan keterlibatan apotek dalam penemuan kasus TB, telah dilaksanakan program ENHANCE (Engaging Community Pharmacy Personnel in Tuberculosis Case Detection) yang melatih tenaga kefarmasian melakukan skrining, edukasi, dan rujukan pasien suspek TB ke fasilitas kesehatan. Namun keberlanjutan praktik tersebut setelah program berakhir masih belum diketahui. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi konsistensi dan kualitas skrining TB oleh tenaga kefarmasian setelah berakhirnya program ENHANCE, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberlanjutan skrining, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk penguatan dan scale-up model penemuan kasus TB di apotek komunitas. Penelitian ini menggunakan desain mixed-method explanatory sequential. Tahap kuantitatif dilakukan menggunakan standardized patient (SP) pada 48 apotek di Kota Bandung dengan total 96 kunjungan. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap delapan tenaga kefarmasian dan dianalisis menggunakan framework Tailored Implementation for Chronic Diseases (TICD). Hasil penelitian menunjukkan implementasi skrining TB di apotek masih belum optimal, dengan sebagian besar kunjungan tergolong non-Correct Management. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok peserta program dan kontrol pada sebagian besar indikator skrining TB (p>0,05). Faktor yang berhubungan signifikan dengan Correct Management adalah jumlah staf ≥3 orang (aOR=4,10; p=0,036) dan lama interaksi pelayanan ≥5 menit (aOR=13,07; p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi