
Text
4738- Willingness To Accept (WTA) Tenaga Kefarmasian Pada Program Deteksi Dini Tuberkulosis di Apotek Komunitas Kota Bandung (Mazaya Salwa Nadhira; Rano Kurnia Sinuraya, M.K.M., Ph.D; Prof. Ivan Surya Pradipta, M.Sc., Ph.D)
Program deteksi dini tuberkulosis (TB) merupakan salah satu upaya penting dalam pengendalian TB di Indonesia, termasuk melalui keterlibatan tenaga ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260086 4738 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4738Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4738Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Program deteksi dini tuberkulosis (TB) merupakan salah satu upaya penting dalam pengendalian TB di Indonesia, termasuk melalui keterlibatan tenaga kefarmasian di apotek komunitas. Namun, pelaksanaan program ini berpotensi menambah beban kerja sehingga dapat memengaruhi ekspektasi kompensasi tenaga kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai Willingness to Accept (WTA) tenaga kefarmasian sebagai kompensasi minimal dalam pelaksanaan skrining dan rujukan TB, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Analisis dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis deskriptif, analisis bivariat, dan analisis multivariat menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 31. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) dengan format multiple-bounded dichotomous choice (MBDC) melalui iterative bidding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai WTA tenaga kefarmasian berada pada rentang Rp10.000 hingga Rp50.000, dengan median sebesar Rp22.000 (IQR Rp15.500-Rp30.000). Analisis bivariat menunjukkan bahwa waktu skrining (p = 0,002), skor hambatan (p = 0,002), pelatihan TB (p = 0,021), dan profesi (p < 0,001) berhubungan signifikan dengan WTA. Analisis multivariat menunjukkan bahwa skor hambatan (β = 0,239; p = 0,004), pelatihan TB (β = 0,190; p = 0,031), dan profesi (β = 0,327; p = 0,003) berpengaruh signifikan terhadap WTA, dengan profesi sebagai faktor paling dominan. Dengan demikian, persepsi terhadap hambatan kerja, pelatihan, dan peran profesional perlu dipertimbangkan dalam penyusunan skema kompensasi program deteksi dini TB di apotek komunitas.
Kata kunci: Willingness to Accept (WTA), skrining tuberkulosis, farmasi komunitas, tenaga kefarmasian, kompensasi
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






