Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4732- Penambatan Molekul Zat Aktif Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) Terhadap Reseptor Vasopresin2 Untuk Penyakit Ginjal Polikistik Dominan Autosomal (Nurbaria Anzannisyah Maradjabessy; Dr. Sandra Megantara, M.Farm; Prof. Mutakin, M.Si., Ph.D)


Autosomal dominant polycystic kidney disease (ADPKD) mempengaruhi hingga 12 juta orang dan merupakan penyebab paling umum keempat untuk terapi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202600794732Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4732
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4732
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Autosomal dominant polycystic kidney disease (ADPKD) mempengaruhi hingga 12 juta orang dan merupakan penyebab paling umum keempat untuk terapi penggantian ginjal di seluruh dunia. Telah terbukti bahwa vasopresin secara langsung mengatur pertumbuhan kista ginjal pada ADPKD. Derajat keparahan penyakit ginjal polikistik (PKD) dapat dinilai melalui pengukuran kadar copeptin sebagai penanda, yang menunjukkan adanya peningkatan vasopresin dalam tubuh. Dalam beberapa tahun terakhir telah dilakukan studi dimana dengan memblokir efek vasopresin pada ginjal melalui reseptor vasopresin V2 dapat mengatur pertumbuhan kista dan dianggap sebagai peluang dalam pengobatan potensial yang telah menjadi subjek studi pada PKD. Tanaman obat kumis kucing (Orthosiphon aristatus) diketahui memiliki aktivitas anti-inflamasi, antioksidan, dan aktivitas iuretik yang kuat sehingga memiliki kecenderungan lebih besar dalam penanganan penyakit ginjal. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penambatan molekuler, yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa yang terkandung dalam kumis kucing (Orthosiphon aristatus) yang paling berpotensi dalam terapi ADPKD terhadap reseptor vasopresin V2. Senyawa yang paling potensial untuk dijadikan adalah Aurantiamide Acetate karena memiliki aktivitas inhibisi terhadap reseptor vasopresin 2 dengan nilai binding energy yang lebih rendah dari ligan pembandingnya yaitu -8,17 kkal/mol; 1,0321564562 μM dan memenuhi aturan Lipinski Rules of Five.

    Kata Kunci: ADPKD, Orthosiphon Aristatus, Penambatan molekul, Vasopresin 2
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi