Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D96- Evaluasi Ekonomi Sistem Informasi Puskesmas Terintegrasi Untuk Optimasi Pelayanan Kefarmasian (Nur Yuliasih; Prof. Rizky Abdulah, Ph.D; Prof. Auliya A. Suwantika, MBA., Ph.D)


Latar Belakang:
Sistem informasi kesehatan merupakan aktivitas terpadu dan berkesinambungan dalam pengumpulan data kesehatan, pemrosesan dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260068D96Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D96
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D96
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Latar Belakang:
    Sistem informasi kesehatan merupakan aktivitas terpadu dan berkesinambungan dalam pengumpulan data kesehatan, pemrosesan dan penyimpanan data serta transfer informasi dan data dari penyedia layanan kesehatan. Integrasi antar sistem informasi kesehatan secara teknis dan konten berupa aplikasi sistem informasi yang dihubungkan dengan aplikasi lain sehingga secara interoperable terjadi pertukaran data antar aplikasi dan sekurang-kurangnya integrasi tersebut mencakup pada sistem informasi kesehatan di puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan tingkat pertama.
    Tujuan: Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama: (1) Memperoleh pengetahuan dan gambaran mengenai kondisi riil sistem informasi puskesmas dalam mendukung pelayanan kefarmasian, (2) Memberi gambaran rekomendasi terkait pengembangan sistem informasi kesehatan terintegrasi yang mengacu pada faktor-faktor fasilitator dan hambatan pada implementasinya untuk mendukung optimalisasi pelayanan kefarmasian, (3) Memperoleh gambaran besaran potensi biaya implementasi sistem informasi kesehatan terintegrasi dalam mendukung pelayanan kefarmasian. Metode: Penelitian ini mencakup desain kualitatif dengan Walt and Gilson’s Health Policy Analysis Framework untuk analisis pemanfaatan sistem informasi kesehatan yang eksisting di Puskesmas di Kabupaten Tegal, scoping review untuk identifikasi fasilitator dan hambatan implementasi sistem, analisis ekonomi dengan menghitung total cost of ownership (TCO).
    Hasil: Hasil pertama, teridentifikasi dua tantangan signifikan dalam optimalisasi penggunaan sistem terintegrasi di puskesmas untuk meningkatkan peran apoteker dengan mempertimbangkan konteks, konten, proses, aktor, implementasi standar pelayanan kefarmasian terintegrasi sangat bergantung pada sumber daya manusia dan infrastruktur. Hasil kedua, Faktor fasilitator dan penghambat penggunaan Sistem Informasi Kesehatan yang teridentifikasi dikelompokkan dalam empat kategori yaitu dukungan sosial dan kolega, organisasi, individu, serta konteks teknologi dan teknis. Kegunaan sistem dan penyederhanaan tugas harian merupakan faktor fasilitator yang signifikan. Adapun faktor penghambat yang dominan adalah kurangnya dukungan teknis. Pemetaan faktor fasilitator dan penghambat memberi dasar pertimbangan bagi pemangku kebijakan untuk memastikan sistem informasi kesehatan yang dikembangkan selaras dengan praktik kerja apoteker dan mendukung peran mereka untuk optimasi pelayanan kefarmasian. Hasil ketiga, potensi biaya langsung mendominasi dalam perhitungan TCO tahun pertama sebesar 82,64% (Rp.1.979.405.600,00) dari TCO. Masa adaptasi (learning curve) memberi kontribusi lebih besar pada komponen potensi biaya tidak langsung, sehingga perlu fokus pada pengembangan sistem yang sesuai alur kerja, pemberian pelatihan yang baik, serta dukungan teknis.
    Kesimpulan: Keberhasilan implementasi Sistem Informasi Kesehatan terintegrasi untuk mendukung layanan farmasi di Puskesmas sangat dipengaruhi oleh kesiapan organisasi, sumber daya manusia, dan infrastruktur teknis. Meskipun biaya langsung mendominasi investasi awal, biaya tidak langsung yang timbul selama fase transisi merupakan komponen penting dan seringkali diremehkan dari total biaya kepemilikan. Mengatasi kurva pembelajaran, meminimalkan entri ganda, dan mengurangi waktu henti sistem sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan keberlanjutan Sistem Informasi Kesehatan terintegrasi di lingkungan pelayanan kesehatan primer.
    Kata Kunci: Sistem Informasi Kesehatan, Integrasi Sistem, Pelayanan Kefarmasian, Puskesmas, Analisis Kebijakan Kesehatan, Fasilitator dan Hambatan Implementasi, Evaluasi Ekonomi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi