Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T356- Analisis Utilitas Biaya Penambahan SGLT2 Inhibitor Pada Terapi Standar Pasien Gagal Jantung Dengan Fraksi Ejeksi Menurun di RSUP Hasan Sadikin Bandung (Sekar Melati; Prof. Irma Melyani Puspitasari, S.Si., M.T., Ph.D; Rano Kurnia Sinuraya, M.KM., Ph.D; dr. Triwedya Indra Dewi, SP.Jp)


Pendahuluan:
Gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun merupakan masalah kesehatan utama dengan angka morbiditas, mortalitas, dan beban biaya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260065T356Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T356
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T356
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan:
    Gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun merupakan masalah kesehatan utama dengan angka morbiditas, mortalitas, dan beban biaya yang tinggi. Meskipun terapi standar telah terbukti memperbaiki luaran klinis, pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun masih berisiko mengalami perburukan penyakit dan penurunan kualitas hidup. Sodium glucose cotransporter-2 (SGLT2) inhibitor telah direkomendasikan sebagai bagian dari terapi gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun karena manfaat klinisnya yang konsisten, namun implikasi ekonominya dalam konteks sistem kesehatan Indonesia, khususnya dari perspektif rumah sakit dan BPJS Kesehatan, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui utilitas biaya pasien gagal jantung yang menggunakan terapi standar terhadap pasien terapi standar yang menggunakan tambahan SGLT2 inhibitor yang melakukan perawatan rutin di RSUP Hasan Sadikin Bandung.
    Metode: Penelitian ini merupakan studi analisis utilitas biaya dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun yang menjalani perawatan di RSUP Hasan Sadikin Bandung. Data efektivitas diukur menggunakan kualitas hidup berbasis utilitas (quality-adjusted life years/QALY) yang diperoleh dari instrumen EQ-5D-5L melalui pengumpulan data primer berupa kuesioner. Data biaya dikumpulkan dari data sekunder yang meliputi rekam medis dan rincian biaya pelayanan kesehatan pasien selama periode Januari–Desember 2024. Analisis dilakukan dari perspektif rumah sakit dan BPJS Kesehatan dengan membandingkan terapi standar dengan terapi standar yang ditambahkan SGLT2 inhibitor.
    Hasil:
    Sebanyak 128 pasien diikutsertakan dalam analisis, dengan 83 pasien (64,8%) berjenis kelamin laki-laki dan 45 pasien (35,2%) berjenis kelamin perempuan. Dari perspektif rumah sakit, rata-rata total biaya per pasien yang menerima terapi standar sebesar Rp 27.195.390,38 dan meningkat menjadi Rp 33.833.239,11 pada pasien yang mendapatkan terapi standar dengan penambahan SGLT2 inhibitor. Dari perspektif pembayar (BPJS), berdasarkan tarif INA-CBGs, rata-rata total biaya per pasien sebesar Rp 17.484.622,41 pada terapi standar dan meningkat menjadi Rp 20.727.217,14 pada terapi standar dengan penambahan SGLT2 inhibitor. Analisis cost-utility menunjukkan nilai incremental cost–utility ratio (ICUR) yang mengindikasikan penghematan biaya sebesar Rp 11.451.477,15 per QALY dari perspektif rumah sakit dan Rp 5.594.056,29 per QALY dari perspektif BPJS.
    Simpulan:
    Penambahan SGLT2 inhibitor pada terapi standar pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun terbukti memberikan peningkatan efektivitas berbasis kualitas hidup dengan tambahan biaya yang masih berada di bawah ambang kesediaan membayar di Indonesia. Dari perspektif rumah sakit maupun BPJS Kesehatan, intervensi ini dinilai cost-effective dan berpotensi memberikan efisiensi pembiayaan jangka panjang, sehingga layak dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi terapi pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun.
    Kata Kunci : Sodium-Glucose Transporter 2 Inhibitors, empagliflozin, dapagliflozin Heart Failure, EQ-5D-5L, Quality-Adjusted Life Years (QALY), Cost-Effectiveness Analysis
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi