
Text
4724- Pengaruh Induksi rhTGF-β3 Terhadap Level Ekspresi COMP, BMP7, dan RUNX2 Pada Lini Sel Kondrosit Manusia C20A4 dan C28/12 (Ghina Novianti; Riezki Amalia, M.Si., Ph.D; Prof. Dr. Med.Sc. Melisa Intan Barliana)
Kerusakan kartilago artikular, seperti pada osteoartritis, masih menjadi tantangan klinis akibat keterbatasan kemampuan regeneratif jaringan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260064 4724 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4724Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4724Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kerusakan kartilago artikular, seperti pada osteoartritis, masih menjadi tantangan klinis akibat keterbatasan kemampuan regeneratif jaringan tersebut. Transforming Growth Factor-β3 (TGF-β3) diketahui memiliki potensi kondrogenik yang lebih kuat dibandingkan isoform TGF-β lainnya, namun mekanisme pengaruhnya terhadap regulasi gen yang berperan dalam regenerasi kartilago belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh induksi recombinant human TGF-β3 (rhTGF-β3) terhadap ekspresi gen COMP, BMP7, dan RUNX2 pada dua lini sel kondrosit manusia, yaitu C20A4 dan C28/I2, serta membandingkannya dengan induksi rhTGF-β1. Kedua lini sel diinduksi dengan rhTGF-β3 dan rhTGF-β1 pada konsentrasi 0, 20, dan 40 ng/mL selama 12 jam. Ekspresi relatif gen dianalisis menggunakan metode RT-qPCR dengan ACTB sebagai gen referensi. Data kuantifikasi dianalisis secara statistik menggunakan uji t-test dan one-way ANOVA, serta divisualisasikan menggunakan GraphPad Prism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi rhTGF-β3 memberikan respons ekspresi gen yang berbeda pada masing-masing lini sel. Pada lini sel C20A4, induksi rhTGF-β3 belum menunjukkan peningkatan ekspresi gen COMP, BMP7, dan RUNX2. Sebaliknya, pola perubahan ekspresi gen yang lebih jelas dan konsisten diperoleh pada lini sel C28/I2. Namun, belum didapatkan hasil signifikan secara statistik pada seluruh perlakuan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa rhTGF-β3 memiliki peran ganda dalam regenerasi kartilago, yaitu bersifat kondrogenik pada konsentrasi rendah dan berpotensi mengarah ke hipertrofi pada konsentrasi tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan dosis dan pemilihan model sel dalam pengembangan terapi regeneratif kartilago berbasis TGF-β3.
Kata kunci: rhTGF-β3, kartilago, C20A4, C28/I2, COMP, BMP7, RUNX2
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






