
Text
4722- Analisis Sentimen Tren Mengenai Peran Telepharmacy Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Indonesia Pada Media Sosial X (Helen Ivana; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D; Dr. Imam Adi Wicaksono, M.Si; M. Andhika Aji Pratama, M.Mat)
Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi pelayanan kesehatan, salah satunya melalui penerapan telefarmasi. Telefarmasi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260062 4722 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4722Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4722Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi pelayanan kesehatan, salah satunya melalui penerapan telefarmasi. Telefarmasi memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kefarmasian seperti konsultasi obat dan pembelian obat secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen dan tren masyarakat terhadap peran telefarmasi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia berdasarkan data dari media sosial X (Twitter). Data dikumpulkan dari Twitter menggunakan kata kunci yang relevan dengan telefarmasi pada periode Januari hingga Juni 2025. Data yang diperoleh kemudian melalui tahap preprocessing teks sebelum dianalisis menggunakan model IndoBERT untuk mengklasifikasikan sentimen ke dalam kategori positif, netral, dan negatif. Analisis tren dilakukan dengan membagi periode pengambilan data menjadi dua, yaitu Januari–Maret 2025 dan April–Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen masyarakat terhadap telefarmasi didominasi oleh sentimen netral. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung membahas telefarmasi secara informatif tanpa mengekspresikan sikap emosional yang kuat. Analisis tren menunjukkan adanya peningkatan intensitas pembahasan telefarmasi pada periode kedua yaitu April–Juni 2025. Tetapi, masih ditemukan sentimen negatif yang berkaitan dengan kendala layanan dan tingkat kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, telefarmasi memiliki potensi untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, namun memerlukan peningkatan kualitas layanan dan edukasi yang berkelanjutan.
Kata kunci: telefarmasi, analisis sentimen, media sosial, Twitter, kesehatan masyarakat
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






