Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4721- Evaluasi Efek Samping Terapi Pasien Artritis Reumatoid Menggunakan Naranjo dan WHO-UMC di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (Rizka Salsabila; Dr. Dika Pramita Destiani, M.Farm; Widya Norma Insani, M.Sc., Ph.D; Didi Permana, M.Farm)


Artritis reumatoid (AR) merupakan penyakit autoimun kronis yang memerlukan terapi disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), namun penggunaan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202600614721Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4721
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4721
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Artritis reumatoid (AR) merupakan penyakit autoimun kronis yang memerlukan terapi disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), namun penggunaan terapi ini dapat menimbulkan efek samping obat (ESO). Informasi mengenai pola dan faktor yang memengaruhi terjadinya ESO pada pasien AR di Indonesia, khususnya di rumah sakit rujukan, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian efek samping lalu menilai kausalitas kejadian ESO menggunakan algoritma Naranjo dan WHO-UMC, serta mengetahui faktor demografi dan klinis yang memengaruhi risiko terjadinya ESO pada pasien AR. Penelitian dilakukan dengan desain observasional menggunakan pendekatan retrospektif dan cross-sectional, dengan sumber data berupa rekam medis dan kuesioner pasien AR di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung periode 2021–2025. Penilaian kausalitas ESO dilakukan menggunakan algoritma Naranjo dan WHO-UMC, sedangkan analisis statistik dilakukan melalui uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Dari total 566 pasien AR, sebanyak 277 pasien (48,9%) mengalami ESO. Efek samping yang paling sering ditemukan adalah gangguan gastrointestinal, terutama mual, diikuti pusing dan nyeri lambung. Hasil penilaian kausalitas menunjukkan bahwa sebagian besar kejadian ESO berada pada kategori probable berdasarkan algoritma Naranjo, serta kategori possible berdasarkan WHO-UMC. Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian ESO meliputi indeks massa tubuh, usia (p = 0,031), durasi penggunaan obat 6-12 bulan (p = 2 (p = 0,038).
    Kata kunci: Artritis Reumatoid, Efek Samping Obat, csDMARDs, Algoritma Naranjo, WHO-UMC, Rumah Sakit Hasan Sadikin
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi