
Text
D95- Formulasi dan Karakterisasi Hidrogel Nanopartikel Alfa Mangostin Berbasis Polimer Kitosan Kolagen Untuk Meningkatkan Proses Penyembuhan Luka (Kusnadi; Prof. Muchtaridi, Ph.D; Prof. Dr. Emma Rochima, S.Pi., M.Si; Dr. Yedi Herdiana, M.Si)
Luka kronis maupun akut masih menjadi tantangan klinis karena balutan konvensional umumnya kurang mampu menyediakan mikro-lingkungan lembap yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260058 D95 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D95Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D95Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Luka kronis maupun akut masih menjadi tantangan klinis karena balutan konvensional umumnya kurang mampu menyediakan mikro-lingkungan lembap yang stabil sekaligus menghantarkan senyawa bioaktif secara berkelanjutan, terutama untuk senyawa yang memiliki kelarutan rendah seperti α-mangostin (AMG). Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem nanopartikel AMG berbasis polimer kitosan-kolagen dan mengevaluasi kinerjanya setelah diinkorporasikan ke dalam hidrogel untuk aplikasi penyembuhan luka topikal. Tahap yang telah dilakukan: Tiga sistem nanopartikel disiapkan, yaitu nanopartikel AMG-kitosan (AMG–Ch NPs), nanopartikel AMG-kitosan–kolagen (AMG–Ch/Coll NPs), serta nanopartikel kitosan–kolagen tanpa AMG (Ch–Coll NPs). Formulasi dan seleksi hingga diperoleh formula terbaik, yaitu AMG–Ch NPs (FI) dan AMG–Ch/Coll NPs (FC1), berdasarkan ukuran partikel, PDI, zeta potensial, dan efisiensi penjerapan. Selanjutnya, dilakukan karakterisasi lanjutan untuk memverifikasi karakteristik fisikokimia dan interaksi antarkomponen menggunakan FTIR, XRD, DSC, SEM, ¹H NMR, serta uji kelarutan. Nanopartikel terpilih kemudian diformulasikan ke dalam hidrogel dan dikelompokkan sebagai AMG–HG (hidrogel yang mengandung AMG tanpa nanopartikel), AMG–Ch NPs–HG (hidrogel yang mengandung AMG–Ch NPs), AMG–Ch/Coll NPs–HG (hidrogel yang mengandung AMG–Ch/Coll NPs), serta Ch–Coll NPs–HG (hidrogel yang mengandung nanopartikel Ch–Coll). Seluruh hidrogel dievaluasi meliputi karakteristik fisik (pH, homogenitas, daya sebar, dan swelling), in vitro release hidrogel, viabilitas sel, serta aktivitas antibakteri. Efektivitas penyembuhan luka selanjutnya dinilai melalui uji in vivo pada tikus galur Wistar (Rattus norvegicus) berdasarkan persentase penutupan luka dan analisis histologi deposisi kolagen. Hasil penelitian yang sudah dilakukan: Hasil menunjukkan bahwa penambahan kolagen memengaruhi karakteristik ukuran partikel, ditunjukkan oleh peningkatan ukuran rata-rata dari 297.10 ± 11.64 nm pada AMG–Ch NPs menjadi 317.66 ± 8.76 nm pada AMG–Ch/Coll NPs dan 339.62 ± 6.43 nm pada Ch–Coll NPs. Analisis FTIR, XRD, dan DSC mengindikasikan terbentuknya sistem nanopartikel dengan karakter amorf serta adanya interaksi antarmolekul, sedangkan analisis ¹H NMR memperlihatkan pergeseran kimia pada sinyal gugus –OH yang mengonfirmasi terjadinya interaksi antara AMG dan kitosan pada AMG–Ch NPs. Secara fungsional, formulasi nanopartikel meningkatkan kelarutan AMG hingga empat kali lipat dibandingkan bentuk awalnya, sehingga mendukung rasional penggunaan nanopartikel sebagai strategi peningkatan kelarutan AMG. Nanopartikel terpilih kemudian diinkorporasikan ke dalam matriks hidrogel dan dievaluasi sebagai sediaan topikal. Nanopartikel terpilih diinkorporasikan ke dalam hidrogel dan dievaluasi sebagai sediaan topikal, dengan seluruh formulasi menunjukkan pH 6.50–6.98, homogen secara fisik, dan tidak menunjukkan sineresis, sehingga mengindikasikan stabilitas fisik sediaan. Evaluasi kinerja hidrogel menunjukkan bahwa AMG–Ch NPs–HG memiliki daya sebar, swelling ratio, dan profil pelepasan obat yang paling unggul, diikuti oleh AMG–Ch/Coll NPs–HG. Sistem pelepasan AMG yang berkelanjutan berhasil dicapai, yang mengindikasikan potensi mempertahankan ketersediaan AMG secara lokal lebih lama pada area luka. Uji sitokompatibilitas memperlihatkan respons yang bergantung dosis, di mana sistem nanopartikel AMG berbasis polimer secara konsisten menurunkan sitotoksisitas AMG dibandingkan AMG saja. Inkorporasi nanopartikel ke dalam hidrogel semakin meningkatkan viabilitas sel, dengan viabilitas AMG–Ch NPs meningkat dari 87.87 ± 2.6% menjadi 94.47 ± 3.1%. Seluruh hidrogel berbasis nanopartikel menunjukkan viabilitas yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan AMG–HG (p < 0.01), sementara perbedaan berpasangan antarformulasi NP–HG tidak signifikan (p > 0.05), yang mengindikasikan matriks hidrogel Carbopol (0.75% b/v) memiliki sitokompatibilitas yang baik. Pada uji antibakteri in vitro, aktivitas menunjukkan ketergantungan pada formulasi. AMG–HG tidak membentuk zona hambat, sedangkan AMG–Ch NPs–HG menghasilkan zona hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Formulasi AMG–Ch/Coll NPs–HG menunjukkan zona hambat lebih kecil, dan Ch–Coll NPs–HG tetap memperlihatkan aktivitas antibakteri, yang menegaskan kontribusi kitosan pada kondisi uji berbasis difusi. Perbedaan antarformulasi terbukti signifikan secara statistik, sehingga AMG–Ch NPs–HG ditetapkan sebagai kandidat paling menjanjikan untuk aplikasi penyembuhan luka topikal. Uji penyembuhan luka in vivo pada tikus menunjukkan bahwa AMG–Ch NPs–HG dan AMG–Ch/Coll NPs–HG mempercepat penutupan luka secara signifikan, masing-masing mencapai 99.28 ± 3.59% dan 98.13 ± 3.26% pada hari ke-21, serta melampaui AMG–HG (89.12 ± 2.58%), Ch/Coll NPs–HG (88.95 ± 3.14%), dan kelompok kontrol (79.84 ± 2.25%). Analisis histologi menunjukkan peningkatan deposisi kolagen pada kelompok perlakuan, terutama formulasi yang mengandung AMG. Persentase deposisi kolagen meningkat dari 42.31 ± 1.98% pada kontrol menjadi 51.26 ± 1.82% pada AMG–HG, dengan nilai tertinggi pada AMG–Ch NPs–HG (66.78 ± 1.63%), diikuti AMG–Ch/Coll NPs–HG (58.80 ± 1.87%). Temuan ini menunjukkan bahwa hidrogel yang mengandung nanopartikel mampu meningkatkan pembentukan matriks ekstraseluler yang dimediasi oleh AMG, yang ditunjukkan oleh peningkatan deposisi kolagen.
Kata kunci : α-mangostin, nanopartikel kitosan-kolagen, penyembuhan luka, hidrogel Carbopol, aktivitas antibakteri
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






