Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4716- Analisis Beban Klinis dan Biaya Penanganan Malnutrisi Anak Sebagai Proksi Stunting di Indonesia (Cindy; Rano Kurnia Sinuraya, M.K.M., Ph.D; Prof. Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D)


Stunting merupakan salah satu dampak malnutrisi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Malnutrisi dan stunting pada anak ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202600554716Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4716
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4716
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Stunting merupakan salah satu dampak malnutrisi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Malnutrisi dan stunting pada anak berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, mortalitas, dan biaya pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban klinis dan biaya penanganan malnutrisi anak sebagai proksi stunting serta faktor-faktor yang mempengaruhinya menggunakan data sampel klaim BPJS Kesehatan tahun 2024. Desain penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan potong-lintang dan unit analisis per anak. Analisis dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis deskriptif, analisis bivariat, dan analisis multivariat menggunakan aplikasi STATA. Hasil menunjukkan bahwa lama rawat anak dengan diagnosis utama malnutrisi memiliki median 4 hari (IQR 3–5), sedangkan median pada diagnosis penyerta malnutrisi adalah 4,5 hari (IQR 3–6,5). Sebagian besar anak pulang dengan status sehat pada anak dengan diagnosis utama malnutrisi (90,94%) dan diagnosis sekunder malnutrisi (92,44%). Median biaya penanganan pada anak dengan diagnosis utama malnutrisi adalah Rp196.100,00 (IQR Rp192.400,00–Rp218.300,00), sedangkan pada diagnosis penyerta malnutrisi adalah Rp392.200,00 (IQR Rp196.100,00–Rp2.155.150,00). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa beban klinis dipengaruhi oleh usia anak, usia ibu, jenis kelamin, dan jenis poli FKRTL, sedangkan beban biaya dipengaruhi oleh jumlah kunjungan per tahun, jenis poli FKRTL, dan tingkat keparahan kelompok kasus (INA-CBGs).
    Kata kunci: Stunting, malnutrisi, beban klinis, beban biaya
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi