
Text
D94- Aktivitas Neuroprotektif Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Melalui Penghambatan Monoasilgliserol Lipase Secara In Silico, In Vitro Serta In Vivo Pada Tikus Wistar Jantan Model Stroke Iskemik (Asman Sadino; Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si; Prof. Dr. Nyi Mekar Saptarini, M.Si; Dr. rer.nat. Adryan Fristiohady, M.Sc)
Monoasilgliserol lipase (MGL) manusia berperan dalam menghidrolisis 2-arakidonoilgliserol (2-AG), yaitu endokanabinoid utama dan sumber utama asam ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260053 D94 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D94Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D94Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Monoasilgliserol lipase (MGL) manusia berperan dalam menghidrolisis 2-arakidonoilgliserol (2-AG), yaitu endokanabinoid utama dan sumber utama asam arakidonat, yang merupakan prekursor dalam sintesis prostaglandin. Penghambatan MGL telah terbukti mengurangi kerusakan inflamasi pada jaringan otak iskemik dan meningkatkan aliran darah serebral, sehingga menjadikannya target potensial dalam strategi neuroprotektif. Mengkudu (Morinda citrifolia L.) mengandung fitosterol seperti beta-sitosterol dan stigmasterol yang diketahui memiliki aktivitas neuroprotektif, sehingga berpotensi sebagai kandidat obat herbal dalam pengobatan gangguan neurodegeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas neuroprotektif ekstrak etanol buah M. citrifolia L. (EEMC) melalui pendekatan in silico, in vitro, dan in vivo. Studi in silico dilakukan untuk menilai interaksi fitokonstituen utama buah mengkudu terhadap MGL (PDB ID: 3PE6) melalui penambatan molekuler dan simulasi dinamika molekuler, serta dibandingkan dengan inhibitor MGL yang telah diketahui (JZL195 dan ZYH). Uji in vitro dilakukan untuk mengetahui pengaruh fitosterol (beta-sitosterol dan stigmasterol) serta EEMC terhadap aktivitas enzim MGL. Selanjutnya, uji in vivo pada tikus Wistar model stroke iskemik akibat ligasi arteri karotid dilakukan untuk mengevaluasi efek EEMC terhadap fungsi motorik, kadar Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9), histopatologi otak, jumlah neuron yang rusak, dan volume infark otak.
Pengujian in silico menggunakan simulasi penambatan molekul menunjukkan bahwa fitosterol dalam buah M. citrifolia, yaitu beta-sitosterol dan stigmasterol, mampu berinteraksi dengan MGL pada situs katalitik penting (Ser122, Asp239, dan His269), serta residu Cys242. Kedua senyawa ini juga memenuhi tiga fitur farmakofor penting untuk inhibisi MGL, yaitu satu akseptor ikatan hidrogen (HBA), satu pusat bermuatan positif, dan tiga cincin aromatik. Sedangkan hasil simulasi dinamika molekuler menunjukkan bahwa beta-sitosterol membentuk kompleks paling stabil dengan MGL dibandingkan stigmasterol berdasarkan analisis molecular dynamics (RMSD, RMSF, Rg, dan SASA), serta memiliki afinitas yang lebih kuat daripada JZL195 dan ZYH berdasarkan perhitungan energi MM-PBSA.
Studi in vitro menggunakan Inhibitor Screening Assay Kit (Fluorometric) menunjukkan bahwa beta-sitosterol dan EEMC menghambat aktivitas enzim MGL manusia dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 8,10 µg/mL dan 196,20 µg/mL. Sedangkan JZL195, memiliki nilai IC50 sebesar 0,028 µg/mL. Temuan ini menunjukkan bahwa beta-sitosterol memiliki potensi sebagai penghambat MGL.
Studi in vivo pada tikus model stroke iskemik menunjukkan bahwa EEMC secara signifikan memperbaiki fungsi motorik, menurunkan kadar MMP-9, dan mengurangi kejadian infark pada penampang otak transversal level 2 (korteks piriformis) dan level 3 (talamus dan hipotalamus). Histopatologi mendukung temuan ini, bahwa EEMC dosis 200 dan 400 mg/kgBB secara nyata mampu mengurangi luas area infark pada kedua level tersebut dibandingkan kelompok kontrol negatif, menunjukkan adanya efek protektif terhadap kerusakan jaringan otak, sesuai dengan perbaikan fungsi motorik yang diamati pada uji Ladder Rung Walking Test. Selain itu, EEMC tidak memengaruhi parameter makroskopik otak termasuk panjang, lebar, berat, maupun indeks otak, yang menunjukkan profil keamanannya terhadap struktur otak. Potensi efek neuroprotektif dari EEMC kemungkinan dimediasi oleh kandungan fitosterolnya, khususnya beta-sitosterol, yang berperan dalam penghambatan MGL serta memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa EEMC menunjukkan potensi sebagai agen neuroprotektif herbal melalui penghambatan enzim MGL, terutama oleh beta-sitosterol. Pendekatan in silico, in vitro, dan in vivo membuktikan bahwa EEMC mampu menghambat aktivitas MGL, memperbaiki fungsi motorik, menurunkan kadar MMP-9, dan mengurangi volume infark otak tanpa memengaruhi struktur otak secara makroskopis, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat agen neuroprotektif berbasis herbal untuk pengelolaan gangguan neurodegeneratif.
Kata kunci: Beta-sitosterol; Monoasilgliserol lipase (MGL); Morinda citrifolia; Neuroprotektif; Stroke iskemik
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






