
Text
D93- Pengkajian Drug-Related Problems (DRPs) Pada Regimen Kemoterapi Pasien Kanker Payudara Menggunakan Aplikasi Skrining DRPs (Ani Anggriani; Prof. Dr. Eli Halimah, MS; Prof. Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D; Dr. Siti Saidah M., M.Si)
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyebab kematian ketiga akibat kanker di Indonesia. Salah satu masalah utama dalam pengobatan kanker ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260052 D93 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D93Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D93Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyebab kematian ketiga akibat kanker di Indonesia. Salah satu masalah utama dalam pengobatan kanker adalah drug-related problems (DRPs), yang termasuk ke dalam bentuk medication error dan terjadi di hampir seluruh negara. Pada pasien kanker payudara, DRPs yang paling sering muncul terkait dengan keamanan dan efektivitas terapi, seperti pemilihan obat, dosis, dan durasi penggunaan. Apoteker klinis berperan penting dalam mengidentifikasi, menilai, serta melakukan intervensi untuk mencegah dan mengurangi risiko DRPs pada regimen kemoterapi. Namun, proses identifikasi ini masih banyak dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lama dan berpotensi menimbulkan ketidakefektifan.
Tujuan: Penelitian ini memiliki empat tujuan utama: (1) Memperoleh klasifikasi DRPs berdasarkan PCNE dan faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya DRPs pada regimen kemoterapi pasien kanker payudara pada tahun 2022, (2) Memperoleh hasil pengembangan aplikasi skrining DRPs dalam pengkajian DRPs pada regimen kemoterapi pasien kanker payudara, (3) Memperoleh nilai ketepatan dan efisiensi waktu apoteker dalam pengkajian DRPs regimen kemoterapi pada pasien kanker payudara secara manual dibandingkan dengan menggunakan aplikasi skrining, serta (4) Memperoleh nilai usability (tingkat kegunaan) aplikasi skrining DRPs dalam pengkajian DRPs pada regimen kemoterapi pasien kanker payudara. Metode: Penelitian mencakup desain cross-sectional retrospektif untuk identifikasi DRPs, focus group discussion (FGD) untuk analisis kebutuhan dan perancangan aplikasi, randomized controlled trial (RCT) untuk perbandingan efektivitas aplikasi dengan metode manual, serta kuesioner System Usability Scale (SUS) untuk menilai tingkat kegunaan aplikasi. Hasil: Penelitian tahap pertama menunjukkan bahwa masalah DRPs yang paling sering terjadi adalah terkait efektivitas terapi berupa obat tidak memberikan hasil optimal (9,5%), dan keamanan terapi berupa kejadian obat merugikan yang mungkin terjadi (84,1%). Penyebab utama meliputi dosis terlalu rendah (19,0%) serta dosis terlalu tinggi (12,7%). Faktor signifikan yang berpengaruh terhadap DRPs adalah status diagnosis (OR=7,918; p=0,015). Tahap kedua, hasil FGD mengungkapkan bahwa proses manual pengkajian DRPs memakan waktu lama akibat dokumentasi berulang, pengisian data harian, serta kesalahan perhitungan luas permukaan tubuh dan dosis. Apoteker klinis menekankan perlunya aplikasi berbasis digital yang menyederhanakan alur kerja, meminimalkan kesalahan, memiliki tampilan ramah pengguna ( user-friendly), dapat diakses melalui komputer maupun ponsel, menggunakan skema warna ungu, serta terintegrasi dengan database obat sesuai standar rumah sakit, Kementerian Kesehatan, dan Formularium Nasional. Tahap ketiga, uji perbandingan menunjukkan bahwa ketepatan pengkajian DRPs dengan aplikasi lebih tinggi (8,13±0,73) dibandingkan metode manual (3,06±1,48), dengan nilai p -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






