Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D91- Analisis Efektivitas Biaya, Dampak Anggaran, dan Implementasi Multiple Micronutrient Supplementation Sebagai Intervensi Baru Untuk Ibu Hamil di Indonesia (Fitri Alfiani; Prof. Irma Melyani Puspitasari, S.Si., M.T., Ph.D; Neily Zakiyah, Ph.D; Nur Aizati Athirah Daud, Ph.D)


Defisiensi mikronutrien mengakibatkan risiko yang akan berdampak pada kesehatan ibu dan bayi, bahkan dapat menyebabkan kematian. Bukti ilmiah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260049D91Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D91
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D91
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Defisiensi mikronutrien mengakibatkan risiko yang akan berdampak pada kesehatan ibu dan bayi, bahkan dapat menyebabkan kematian. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa multiple micronutrient supplementation (MMS) memberikan manfaat klinis yang lebih baik dan lebih cost-effective dibandingkan iron–folic acid (IFA). Namun, tidak semua masyarakat mampu menjangkau biaya untuk memperoleh MMS. Oleh karena itu, penelitian tentang analisis efektivitas biaya, dampak biaya, dan implementasi MMS sebagai intervensi baru untuk ibu hamil di Indonesia menjadi penting untuk dilakukan.
    Metode penelitian ini dilakukan systematic review untuk meninjau bukti ilmiah mengenai efektivitas biaya MMS. Kemudian dilanjutkan dengan analisis efektifitas biaya menggunakan open-access online modeling MMS cost-benefit untuk memastikan bahwa intervensi MMS cost-effective. Selanjutnya, analisis dampak anggaran dilakukan untuk memperkirakan kebutuhan pembiayaan apabila program diimplementasikan secara nasional. Tahap terakhir adalah desk review untuk melihat gambaran situasi implementasi MMS di Indonesia.
    Hasil systematic review menunjukan bahwa 5 studi peralihan IFA ke MMS terbukti cost-effective dengan rentang nilai ICER per DALY averted adalah USD 3,62-1024. Selanjutnya hasil analisis efektifitas biaya menunjukan bahwa implementasi MMS dengan skenario cakupan 44% dan 100% berpotensi mencegah 54.897 dan 124.766 DALY di Indonesia, dan masing-masing menghasilkan nilai ICER sebesar USD 10 (Rp.154.000) per DALY averted, yang dianggap sangat cost-effective. Program MMS direkomendasikan untuk diprioritaskan di 18 provinsi yang memiliki ICER yang menguntungkan, yaitu Papua Barat Daya, Papua Dataran Tinggi, Bali, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, Aceh, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Terkait dengan analisis sensitivitas, biaya MMS dan IFA adalah variabel paling signifikan yang memengaruhi nilai ICER. Kemudian hasil analisis dampak anggaran memperlihatkan total biaya tambahan untuk menerapkan MMS selama periode 5 tahun di Indonesia mencapai Rp 11.875.956.408 dibandingkan dengan mempertahankan IFA. Dan hasil analisis desk review menunjukan bahwa adanya integrasi platform ANC, bantuan donor dan bukti efektifitas biasa MMS menjadi kekuatan implementasi MMS di Indonesia. Namun, kelemahannya adalah hambatan suplai MMS dan tingkat kepatuhan yang rendah.
    Studi ini memberikan bukti ilmiah bahwa MMS adalah intervensi yang cost-effective dibandingkan dengan IFA untuk wanita hamil di Indonesia. Oleh karena itu, pembuat kebijakan akan lebih komprehensif untuk mengembangkan strategi implementasi MMS dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
    Kata kunci: evaluasi ekonomi; ibu hamil; iron-folic acid; multiple micronutrient supplementation; analisis efektifitas biaya
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi