Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4712- Analisis Beban Epidemiologi dan Ekonomi Penyakit Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi Peserta JKN di Indonesia (Sarah Raisya Nurhaliza; Rano Kurnia Sinuraya, M.K.M., Ph.D; Prof. Auliya A. Suwantika, Ph.D)


Penyakit kronis tidak menular masih menjadi masalah kesehatan global yang belum tertangani secara optimal. Di Indonesia, penyakit kanker, jantung, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202600464712Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4712
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4712
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penyakit kronis tidak menular masih menjadi masalah kesehatan global yang belum tertangani secara optimal. Di Indonesia, penyakit kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU) merupakan penyebab utama mortalitas dan menyerap pembiayaan tinggi dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tingginya jumlah kasus KJSU berimplikasi pada meningkatnya beban epidemiologi dan beban ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban epidemiologi dan ekonomi penyakit KJSU menggunakan dataset sampel klaim BPJS Kesehatan tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional yang berfokus pada pasien dengan diagnosis KJSU. Analisis dilakukan melalui pengolahan data klaim, penentuan jumlah komorbiditas, morbidity rate, mortality rate, perhitungan rata-rata biaya penanganan, analisis biaya kelompok berbasis kasus Indonesia (INA-CBGs) serta perbandingan biaya tagih dengan tarif INA-CBGs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 45–60 tahun memiliki proporsi kasus tertinggi (37,59%) dengan dominasi pasien perempuan (54,86%). Penyakit jantung memiliki beban epidemiologi terbesar, sedangkan penyakit uronefrologi memiliki rata-rata biaya penanganan tertinggi per pasien. Biaya maksimum per kasus KJSU dalam satu tahun ditemukan pada kanker sebesar Rp19.700.000.000. Rata-rata biaya tagih seluruh penyakit KJSU lebih tinggi dibandingkan tarif INA-CBG’s, mengindikasikan potensi kekurangan pembiayaan (under-funding) dalam pelayanan. Temuan ini menunjukkan perlunya evaluasi dan penyesuaian tarif INA-CBG’s agar lebih responsif terhadap kompleksitas layanan KJSU.
    Kata kunci: Penyakit kronis tidak menular, KJSU; beban epidemiologi; beban ekonomi; BPJS kesehatan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi