
Text
4709- Studi Teori Fungsi Rapatan Pembentukan Kompleks Logam Ac3+ Dengan Ligan Heha Untuk Pengembangan Terapi Alfa Partikel Tertarget (Spica Diani Anandawijaya; Danni Ramdhani, M.Si., Ph.D; Rina Fajri Nuwarda, M.Sc., Ph.D)
Actinium-225 merupakan radionuklida pemancar alfa yang berpotensi digunakan dalam terapi alfa partikel tertarget. Keberhasilan pengembangan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260038 4709 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4709Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4709Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Actinium-225 merupakan radionuklida pemancar alfa yang berpotensi digunakan dalam terapi alfa partikel tertarget. Keberhasilan pengembangan radiofarmaka berbasis Actinium-225 sangat bergantung pada stabilitas kompleks antara ion Ac³⁺ dan ligan sebagai pengkelat. DOTA sebagai gold standard ligan masih memiliki keterbatasan dalam mengakomodasi ukuran ion Ac³⁺, sehingga diperlukan ligan alternatif yang lebih sesuai, salah satunya HEHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji stabilitas dan reaktivitas kompleks Ac–HEHA secara komputasi serta membandingkannya dengan kompleks Ac–DOTA. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan Density Functional Theory (DFT) dengan fungsi M06-HF. Optimasi geometri dan analisis frekuensi dilakukan pada fasa gas, sedangkan pengaruh pelarut air diperhitungkan menggunakan model solvasi implisit SMD. Energi bebas Gibbs fasa air diperoleh melalui siklus termodinamika dan digunakan untuk menentukan konstanta stabilitas, sedangkan reaktivitas kimia dianalisis berdasarkan parameter chemical hardness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleks Ac–HEHA memiliki nilai stability constant yang lebih rendah yaitu 21,82 dibandingkan kompleks Ac–DOTA yaitu 28,01, juga dengan reaktivitas yang lebih rendah dengan nilai 4.431. dibandingkan Ac–DOTA yaitu 5.051 berdasarkan parameter chemical hardness. Berdasarkan hasil komputasi yang diperoleh, kompleks Ac–HEHA belum menunjukkan kestabilan termodinamika yang lebih baik dibandingkan kompleks Ac–DOTA, tetapi memiliki kinetika kontrol yang baik.
Kata Kunci: Actinium-225, chemical hardness, Density Functional Theory, DOTA, HEHA, stability constant.
Actinium-225 merupakan radionuklida pemancar alfa yang berpotensi digunakan dalam terapi alfa partikel tertarget. Keberhasilan pengembangan radiofarmaka berbasis Actinium-225 sangat bergantung pada stabilitas kompleks antara ion Ac³⁺ dan ligan sebagai pengkelat. DOTA sebagai gold standard ligan masih memiliki keterbatasan dalam mengakomodasi ukuran ion Ac³⁺, sehingga diperlukan ligan alternatif yang lebih sesuai, salah satunya HEHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji stabilitas dan reaktivitas kompleks Ac–HEHA secara komputasi serta membandingkannya dengan kompleks Ac–DOTA. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan Density Functional Theory (DFT) dengan fungsi M06-HF. Optimasi geometri dan analisis frekuensi dilakukan pada fasa gas, sedangkan pengaruh pelarut air diperhitungkan menggunakan model solvasi implisit SMD. Energi bebas Gibbs fasa air diperoleh melalui siklus termodinamika dan digunakan untuk menentukan konstanta stabilitas, sedangkan reaktivitas kimia dianalisis berdasarkan parameter chemical hardness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleks Ac–HEHA memiliki nilai stability constant yang lebih rendah yaitu 21,82 dibandingkan kompleks Ac–DOTA yaitu 28,01, juga dengan reaktivitas yang lebih rendah dengan nilai 4.431. dibandingkan Ac–DOTA yaitu 5.051 berdasarkan parameter chemical hardness. Berdasarkan hasil komputasi yang diperoleh, kompleks Ac–HEHA belum menunjukkan kestabilan termodinamika yang lebih baik dibandingkan kompleks Ac–DOTA, tetapi memiliki kinetika kontrol yang baik.
Kata Kunci: Actinium-225, chemical hardness, Density Functional Theory, DOTA, HEHA, stability constant.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






