
Text
D90- Pengembangan Sediaan Tablet Dengan Kandungan Mineral dan Protein Kedelai Sebagai Suplemen Untuk Penderita Stunting (Barmi Hartesi; Prof. Dr. rer. nat. Anis Yohana Chaerunisa, M.Si; Prof. Dr. Sriwidodo, M.Si; Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc)
Stunting merupakan permasalahan kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260036 D90 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D90Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D90Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Stunting merupakan permasalahan kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala, tanda, serta upaya pencegahannya. Dampak stunting tidak hanya terlihat pada kondisi fisik, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan neurokognitif, di mana otak mengalami hambatan pertumbuhan sehingga mengganggu proses perkembangan anak. Penanganan stunting yang dinilai paling mudah, efektif, dan dapat diterapkan secara luas adalah melalui pemberian nutrisi tambahan serta edukasi kepada masyarakat. Nutrisi yang diperlukan dalam upaya penanggulangan stunting meliputi asupan protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Salah satu sumber nutrisi yang murah, mudah diperoleh, dan memiliki kandungan gizi tinggi adalah serbuk kedelai. Serbuk kedelai mengandung serat, magnesium, fosfor, kalium, serta protein dalam jumlah yang cukup tinggi. Kandungan protein dan isoflavon dalam kedelai berpotensi menjadi sumber gizi yang sangat bermanfaat bagi penderita gizi buruk, termasuk anak dengan kondisi stunting. Selain protein, asupan vitamin dan mineral juga memegang peranan penting dalam proses pemulihan dan pencegahan stunting. Mineral berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi, menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah. Oleh karena itu, konsumsi makanan bergizi seimbang maupun multivitamin dianggap sebagai salah satu intervensi alternatif yang menjanjikan. Konsentrat air laut merupakan salah satu bahan alam yang kaya akan mineral dan berpotensi menjadi sumber multivitamin yang efektif. Namun, sifat mineral yang higroskopis menyebabkan bahan tersebut mudah menyerap kelembapan sehingga rentan mengalami kerusakan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sediaan granul dan tablet konsentrat air laut yang dikombinasikan dengan protein kedelai dalam bentuk yang stabil, serta mengevaluasi potensi aktivitas antistuntingnya. Pada penelitian ini, konsentrat air laut yang diperoleh terlebih dahulu diuji kandungan mineralnya menggunakan ICP-OES dan XRF. Selanjutnya, konsentrat tersebut dienkapsulasi menjadi granul menggunakan beberapa jenis bahan pengisi dengan penambahan Aerosil, Florite dan Neusilin sebagai bahan pengering. Granul yang dihasilkan kemudian dievaluasi karakteristik fisikokimianya menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC), X-ray Diffraction (XRD), serta Scanning Electron Microscopy (SEM). Setelah proses enkapsulasi, granul diformulasikan lebih lanjut menjadi sediaan tablet. Selain itu, uji in vivo terhadap aktivitas antistunting dilakukan menggunakan zebrafish sebagai model hewan uji. Pengujian Aktivitas antistunting di awaali dengan penentuan dosis toksik kosentrat air laut,penentuan dosis efektif dan pengujian aktivitas sediaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrat air laut mengandung berbagai mineral esensial seperti magnesium (Mg), klorida (Cl), kalium (K), kalsium (Ca), besi (Fe), tembaga (Cu), serta natrium (Na). Proses enkapsulasi menggunakan Avicel PH 102 sebagai bahan pengisi, baik dengan maupun tanpa penambahan bahan pengering, mampu memberikan stabilitas yang baik hingga lima bulan penyimpanan. Formulasi tablet berbahan granul konsentrat air laut yang dikombinasikan dengan serbuk kedelai dan tiga jenis bahan pengering juga menunjukkan stabilitas yang baik selama tiga bulan penyimpanan. Hasil uji aktivitas antistunting memperlihatkan bahwa setelah di induksi menggunakan rotenone, pemberian konsentrat air laut baik dalam bentuk cair, granul, maupun tablet mampu memperbaiki kondisi stunting pada zebrafish. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan laju penetasan, panjang otak, serta panjang tubuh. Selain itu, perkembangan tulang rawan kranial zebrafish juga menunjukkan perbaikan setelah pemberian konsentrat air laut, granul dan tablet. Dengan demikian, konsentrat air laut dinilai berhasil diformulasikan menjadi granul dan tablet yang mampu melindungi bahan dari paparan kelembapan akibat sifatnya yang sangat higroskopis, sekaligus memberikan aktivitas antistunting yang signifikan.
Kata Kunci : Granul; Higroskopis; Mineral; Multivitamin; Kosentrat Air Laut; Stunting
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






